Booth Perumnas di Pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2017. (Foto: dok.inapex)
Booth Perumnas di Pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2017. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Dalam rangka menyambut tahun ayam api di tahun 2017, Perusahaan Umum (Perum) Perumahan Nasional (Perumnas) kembali mempersiapkan sejumlah proyek strategis dengan berbagai penawaran harga menarik.

Selain itu, Perumnas merasa optimis terkait peningkatan penjualan produk hunian yang dipicu adanya sinyal dan tren indikator ekonomi membaik serta mampu mendorong tingkat daya beli konsumen properti di Indonesia.

“Tahun ini Perumnas tengah mempersiapkan dan akan memasarkan beberapa proyek strategis yang tentunya juga dipamerankan dalam ajang IPEX 2017,” jelas Direktur Pemasaran Perumnas Muhammad Nawir melalui siaran pers yang diterima Redaksi INAPEX.co.id, Kamis (2/3).

Menurutnya, sejumlah produk Perumnas yang akan meramaikan ditahun ini yaitu hunian vertikal seperti Sentraland Bekasi, Sentraland Cengkareng, Sentraland Karawang, Rusunami Kemayoran dan Perumahan Bumi Parung Panjang sebagai rumah tapak.

“Produk tersebut ditawarkan mulai dari harga Rp.160 jutaan, tentu sesuai dengan kebutuhan masyarakat akan hunian berkualitas pilihan harga dan fasilitas yang tentunya menarik,” tulis Muhammad Nawir.

Beberapa proyek strategis, masih dikatakan Muhammad Nawir, juga dipersiapkan disejumlah kota besar diantaranya seperti di Medan, Palembang, Jakarta, Bekasi, Karawang, Bandung, Surabaya, dan Makassar.

“Adapun juga kerjasama dan sinergi BUMN dengan konsep transit oriented development yang akan dikembangkan di Stasiun Bogor, Stasiun Pondok Cina dan Stasiun Tanjung Barat serta pembangunan Rusunami dilahan milik Pertani dikawasan Kalibata Jakarta Selatan,” tambahnya.

Menurutnya, realisasi sejumlah proyek strategis Perumnas tersebut diharapkan bisa meningkatkan suplai hunian. “Langkah ini sekaligus mendukung program satu juta rumah pemerintah sehingga dapat memperkecil gap antara suplai dan tingkat kebutuhan hunian di Indonesia,” pungkas Muhammad Nawir.

Selain itu, Perumnas juga akan membangun 30.000 rumah di tahun ini. Untuk membangun 30.000 rumah di sepanjang tahun ini, Perumnas menyiapkan anggaran sebesar Rp 3 triliun.

Anggaran sebanyak Rp 3 triliun didasarkan pada harga rata-rata rumah yang dibangun Perumnas senilai Rp 100 juta. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Korporasi dan Pengembangan Bisnis Perumnas Galih Prahananto di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat. “Kalau rata-rata Rp 100 juta dikali 30.000, sudah Rp 3 triliun,” tutur Galih.

Pendanaan untuk pembangunan 30.000 rumah di tahun ini, lanjut Galih, didapatkan dari sisa Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun 2015 dan 2016 lalu.

Selain itu, Perumnas juga mengandalkan pendanaan dari internal perseroan. “Kemarin 2015 kita dapat PMN Rp 1 triliun, 2016 dapat Rp 250 miliar. Ditambah dengan ekuitas sudah ada menjadi sekitar Rp 3 triliun. Kita masih punya loan juga sehingga kita cukup lah,” ujar Galih.