2 Tahun Lagi, Cibubur Menjadi Kantong Perumahan Murah dan Mahal
Jalan Transyogi, Cibubur (Foto: mapio)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Chief Executive Officer (CEO) Harvest City, Hendry Nurhalim, memprediksi Cibubur pada 2019 kelak dapat terjadi ledakan properti di sepanjang Jalan Transyogi, Cibubur. Hal tersebut didukung oleh kemudahan aksesibilitas dari dan menuju ke wilayah ini.

“Banyak perumahan akan diuntungkan dan salah satu yang paling diuntungkan adalah Harvest City, karena termasuk sangat dekat dari pintu tol baru Cimanggis–Cibitung,” papar Hendry, Minggu (26/2).

Perkembangan pembangunan infrastruktur transportasi, seperti Mass Rapid Transi (MRT), Jakarta Outer Ring Road (JORR 2), (Light Rail Transit LRT), dan terakhir Jabodetabek Residence (JR) Connexion terus berjalan dan dianggap akan berefek bagus terhadap bisnis properti di wilayah-wilayah yang dilewati, terutama di Jabodetabek.

Pembangunan moda transportasi tersebut jadi daya tarik kuat untuk konsumen dan investor pencari properti. Mereka akan mencari hunian dengan kemudahan akses-akses untuk memudahkan aktivitas dan mobilitasnya saat menghuni di kawasan itu.

Hendry menuturkan, seluruh akses tersebut akan mendorong peningkatan nilai investasi rumah dan tanah. Sejumlah perumahan di sepanjang jalur Transyogi, Cibubur, diantaranya Kota Wisata, Legenda Wisata, Citra Grand Cibubur, Cibubur Residence, dan Harvest City.

“Wilayah ini diuntungkan dengan pengembangan JORR 2 Cimanggis – Cibitung yang ditargetkan beroperasi 2019, sedangkan JR Connexion yang sudah diresmikan Februari ini,” jelas Hendry.

Hendry menjelaskan bahwa keuntungan dari JR Connextion yakni bus-bus khusus warga perumahan di Bekasi, Bogor, Cibubur, Depok, Serpong, sampai Tangerang akan terhubung dengan pusat-pusat kota dan perdagangan di Jabodetabek, termasuk Cibubur.

“Dua tahun lagi semua moda transportasi juga akan terintegrasi dengan Cibubur, apalagi kalau JORR 2 sudah beroperasi. Yang istimewa adalah nanti ada jalan arteri yang keluar dan masuk tol lalu tembus ke Jalan Transyogi,” jelasnya.

Sementara itu, Marketing Manager Harvest City, Leonard Suprijatna, menjelaskan dengan perkembangan akses transportasi tersebut dia optimistis Harvest City akan jadi kawasan central penghubung antara Cibubur-Bekasi dan Cikarang, serta diproyeksikan sebagai kawasan tiga emas baru atau new central business district (New CBD).

Sejak dibuka awal 2009 lalu, harga tanah di kawasan ini hanya seharga Rp.600 ribu per meter, saat ini harga rata-rata telah menyentuh Rp.2,5 juta hingga Rp.3,5 juta per meter. Dia memperkirakan, dalam 8 tahun ke depan harga akan naik hingga 5 – 6 kali lipat.

Sampai sekarang ini Harvest City mempunyai bank (cadangan) tanah 1.050 hektar. “Bukan mustahil, dua tahun ke depan terdongkrak hingga 200 persen dari harga sekarang,” tutupnya.