Cinnamon Hills. (Foto: elanggroup)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Sekitar 2 Kilometer (KM) dari Stasiun Cilebut persis di Jalan Pool Bina Marga, dijual rumah bersubsidi. Proyek perumahan subsidi ini juga tak jauh dari Jalan Sholeh Iskandar (Tanah Sereal), Bogor, Jawa Barat.

Hunian tapak itu bertajuk Cinnamon Hills, merupakan pengembangan dari perumahan non subsidi Bukit Mekar Wangi Residence (55 ha).

“Cinnamon Hills ini luasnya mencapai 12 ha dan targetnya akan dibangun sebanyak 1.000 unit rumah subsidi. Tahap awal ini kami bekerja sama dengan Kepolisian Bogor untuk mengembangkan Klaster Bhayangkara seluas 3,5 ha khusus untuk anggota Kepolisian Bogor. Peminatnya sampai waiting list dari anggota Brimob, pemda, dan lainnya tapi sementara kita kerjakan untuk Polisi dulu,” ujar Elang Gumilang, Dirut Elang Group, developer perumahan tersebut ketika peletakan batu pertama Cinnamon Hills, belum lama ini.

Developer Cinnamon Hills tersebut menawarkan rumah bersubsidi tipe 21/60 seharga Rp148,5 juta yang dapat dibeli dengan uang muka satu persen dan cicilan Rp700 ribuan/bulan (tenor 20 tahun).

Kemudian, untuk rumah non subsidi harga tipe yang sama Rp193,4 juta. Kelebihan perumahan tersebut lokasinya hanya 400 meter dari rencana jalan tol Bogor Outer Ring Road (BORR) tahap tiga.

Lebih lanjut Elang Gumilang mengatakan, kondisi perusahaannya bahwa selama dua tahun terakhir pihaknya melakukan konsolidasi dan perubahan besar-besaran terkait konsep dan arah perusahaan hingga manajemen.

Ke depan, fokus perusahaan akan dikembalikan untuk mengembangkan rumah murah khususnya yang bersubsidi.

“Target kami hingga tahun depan bisa mengembangkan rumah subsidi sebanyak 4.500 unit. Saat ini lokasi yang sudah siap di Jalan Raya Bogor-Sukabumi seluas 40 ha, Dermaga 50 ha, dan Ciampea 20 ha. Kami melihat pengembangan rumah murah ini memiliki dampak sosial dan ekonomi yang sangat besar dengan tumbuhnya pusat-pusat kawasan dan perekonomian,” pungkas Elang Gumilang.

Sementara itu, tiga tower Apartemen senilai Rp.2,1 Triliun ludes terjual, sebelum launching. Ini merupakan prestasi pemasaran yang patut dibanggakan untuk pengembang properti terkemuka di Indonesia, PT PP Properti Tbk.

Pengembang properti dengan kode saham: PPRO tersebut, untuk kesekian kalinya, melakukan transaksi besar (bulk selling) atas produk- produknya.

Dari tiga tower yang telah terjual tersebut diantaranya, proyek Grand Shamaya tower 2, Grand Dharmahusada tower 2 dan Grand Sungkono tower 4.

Fakta tingginya permintaan apartemen tersebut, merupakan bukti kepercayaan pasar terhadap produk-produk PPRO yang berkualitas tinggi, strategis lokasinya dan time delivery yang terpercaya.

Kemudian, perjanjian jual beli antara pembeli dengan PPRO sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu, selanjutnya financial closing telah tandatangani.

Direktur Utama PPRO, Taufik Hidayat menjelaskan, penjualan dengan mitra strategis seperti ini salah satu cara mengenjot penjualan.

Saat ini juga ada beberapa transaksi bulk selling yang sedang dalam proses. Transaksi bulk selling tersebut membuat pencapaian target penjualan Rp3.8 Trillun dan laba bersih Rp528 M tahun ini menjadi lebih optimis.

“Dengan adanya bulk selling tersebut, disamping merupakan akselerasi penjualan juga memperkuat arus kas yang sekaligus meningkatkan kualitas neraca Perseroan,” ujar Taufik.