17 Agustus 2017, Ajang Pengoperasian Jalur Pengurangan Kemacetan Jakarta
Ilustrasi (Foto: ist)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Pada 17 Agustus 2017 nanti, kemacetan diruas jalan kawasan Semanggi bakal terurai. Pasalnya, jalur pengurangan kemacetan akan diresmikan pengoperasianya bertepatan saat peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, salah satunya Transjakarta koridor 13 Tendean-Ciledug.

Sedianya jalur busway layang (elevated) ini diresmikan pada Juni 2017 bertepatan dengan hari ulang tahun (HUT) Kota Jakarta ke-490 tahun yang jatuh setiap tanggal 22 Juni.

“Kami belum mendapatkan sertifikat layak fungsi (SLF) dari Kementerin Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), makanya sekarang masih dilakukan uji coba dan peresmiannya akan dilakukan saat HUT RI pada 17 Agustus 2017,” imbuh Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat, di Balaikota, baru-baru ini.

Djarot mengatakan bahwa dalam waktu dekat SLF akan diterbitkan. Penundaan tersebut dinilai positif sebab waktu uji coba Transjakarta khususnya terkait kelayakan halte dan fasilitas lainnya menjadi lebih panjang dan bisa lebih disempurnakan.

“Nanti pada 17 Agustus 2017 juga akan ada peresmian proyek strategis lainnya. Bertepatan dengan HUT RI ke-72 kita juga akan meresmikan Simpang Susun Semanggi selain beberapa proyek flyover dan underpass,” tambahnya.

Selain itu, pada kesempatan berbeda, pembangunan proyek mass rapid transit (MRT) Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia (HI) berjalan sesuai rencana. Sampai sekarang, progresnya lebih dari 74 persen.

Menurut Direktur Utama PT MRT Jakarta William P. Sabandar, proyek tersebut ditargetkan selesai Maret 2019. Kini MRT Jakarta telah memulai pembahasan soal pembangunan MRT tahap II rute Bundaran HI-Kampung Bandan.

“MRT fase II panjangnya 8,3 km dan saat ini sudah dimulai tahapan feasibility study. Rencananya groundbreaking fase kedua akan dilakukan tahun depan pararel dengan pengoperasian fase pertama,” pungkasnya kepada pers di Jakarta.

Pada fase II akan hadir 8 stasiun di bawah tanah (underground) mulai dari Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, Kota, dan Kampung Bandan. Total anggaran yang diperlukan untuk pembangunan konstruksi fase II lebih dari Rp.25 triliun.

William mengatakan bahwa pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan terus mempercepat tahapan basic engineering design-nya. Pembangunan tahap II akan tersambung dengan MRT Lebak Bulus-Bundaran HI dengan 7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah.

Trial run untuk fase pertama targetnya akhir tahun depan dan semoga bisa pararel dengan groundbreaking fase kedua. Untuk (persiapan pengoperasian) fase pertama kita akan datangkan 96 kereta dari Jepang yang dibagi 16 rangkaian, 14 dioperasionalkan, 2 untuk cadangan,” tutupnya.