Jalan Tol Cipali. (Foto: Setkab)
Jalan Tol Cipali dapat menunjang pada destinasi wisata. (Foto: Setkab)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Berbagai upaya terus dilakukan untuk dapat menunjang destinasi wisata di Indonesia, diantaranya termasuk pengembangan proyek infrastruktur. Hal itu berkaca dari prestasi pariwisata Indonesia di tingkat dunia.

Ternyata negara ini hanya menempati peringkat ke 74 dari 139 negara maka ini adalah kenyataan yang cukup pahit bagi Indonesia. Indonesia memiliki potensi pariwisata yang besar, namun masih kalah oleh negara-negara tetangga di Asia Tenggara seperti Singapura yang mencapai peringkat 10 dan Malaysia di peringkat 35.

Padahal kedua negara tersebut jauh lebih kecil dari Indonesia, tentu dengan potensi wisata yang tidak sebanyak di Indonesia. Oleh sebab itu, Pemerintah Indonesia tengah menggiatkan kembali sektor pariwisata untuk meningkatkan kesejahteraan dan mengharumkan Indonesia di mata internasional.

Bahkan, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur sebagai kunci utama mengembangkan disektor pariwisata.

Presiden Jokowi mengatakan, infrastruktur di situs-situs pariwisata akan meningkatkan daya saing Indonesia, yang pada akhirnya bakal menekan biaya ekonomi yang tinggi sekarang ini. Lokasi wisata Indonesia sangat banyak, namun infrastruktur yang tersedia masih dianggap kurang memadai.

Bahkan banyak tempat wisata, infrastrukturnya masih tidak mendukung kunjungan wisatawan ke daerah tersebut. Infrastruktur yang memadai akan membantu pemerintah serta masyarakat untuk menggali potensi wisata di suatu daerah secara maksimal. Tak tanggung-tanggung, pemerintah berani menggelontorkan anggaran untuk infrastruktur dan promosi pariwisata hingga 5,6 triliun rupiah.

Kepala Bidang Investasi Pariwisata Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Hengky Manurung menjelaskan, investasi pada pembangunan infrastruktur di bidang pariwisata tak bisa lagi ditunda. Infrastruktur merupakan penyokong utama sektor pariwisata di negara manapun, termasuk di Indonesia.

Dengan adanya investasi pada infrastruktur Indonesia, maka target-target pemerintah di bidang pariwisata bisa dicapai, salah satunya adalah untuk mendatangkan 20 juta wisatawan asing pada tahun 2020 mendatang.

Lagi dikatakan Hengky, keseriusan pemerintah menggenjot investasi infrastruktur Indonesia di bidang pariwisata terlihat dari pembangunan jalur kereta api Makassar yang saat ini tengah berjalan.

Berikut realisasi sejumlah Jalan Tol yang dapat menunjang pada destinasi wisata;

1. Tol Cigatas

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen mempercepat pembangunan infrastruktur Jalan Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya (Cigatas) untuk menunjang bagi pengunjung ke lokasi pariwisata di Pangandaran, Ciamis dan Banjar. Selain itu, terwujudnya jalan tol tersebut juga sangat mendukung pariwisata di Jabar Selatan meningkat pesat, termasuk juga investasi perdagangan dan investasi infrastruktur.

2. Tol Cipali

Terealisasinya pembangunan Tol Cipali, ternyata juga mampu mempermudah akses ke lokasi wisata Ciater di Kabupaten Subang. Kemudian lokasi wisata Ciater juga bisa langsung masuk ke Pintu Tol Cikopo Purwakarta dan bisa ditempuh dalam waktu 1 jam.

3. Tol Padalarang

Gerbang tol ini bagian barat Tol Padaleunyi (Padalarang-Cileunyi). Gerbang Tol Padalarang berada di Padalarang yang menghubungkan dengan Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang). Keluar dari Gerbang Tol Padalarang bisa menuju daerah-daerah di Kabupaten Bandung Barat misalnya objek wisata Situ Ciburuy, Waduk Saguling, Purwakarta, Cianjur, Bogor, Sukabumi dan seterusnya.

4. Tol Baros.

Gerbang tol ini berada di Kota Cimahi, kota tetangga Bandung, tepatnya di Jalan HMS Mintareja SH, Cimahi Tengah. Tol ini juga menghubungkan dengan Tol Cipularang. Keluar dari gerbang tol ini bisa menuju Kota Cimahi, Leuwigajah, dan menuju Kota Bandung.

5. Tol Pasteur

Gerbang Tol Pasteur berada di Jalan Dr. Djunjunan, Kota Bandung. Keluar dari gerbang tol ini bisa menuju Lembang, Kabupaten Bandung Barat.  Tak jauh dari depan gerbang terdapat Fly Over Pasupati yang bisa mengantarkan ke pusat kota Bandung seperti Gedung Sate maupun Balaikota Bandung.  Jalan layang tersebut juga bisa mengantar ke Dago (Ir H Djuanda), Jalan Riau (Martadinata), Terminal Cicaheum atau pusat-pusat belanja.

6. Tol Pasir Koja

Gerbang tol ini keluar di Pasir Koja yang bisa menuju pusat Kota Bandung seperti Alun-alun Bandung, Pasar Baru, Terminal Leuwi Panjang, Cibaduyut dan seterusnya.

7. Tol Kopo

Gerbang tol ini keluar di Kopo, bisa menuju pusat Kota Bandung seperti Cibaduyut, Jalan Soekarno-Hatta maupun menuju Bandung Selatan seperti Soreang dan Ciwidey.

8. Tol Bali-Mandara

Tol Bali Mandara dari bandara menuju kawasan Nusa Dua, Bali serta menjadi akses menuju ke sejumlah lokasi wisata serta Hotel di kawasan Uluwatu, Pecatu Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

9. Tol Moch Toha

Gerbang tol ini keluar di Jalan Mohammad Toha. Keluar dari tol ini bisa menuju Bandung Kota seperti Tegalega maupun daerah Banjaran dan Pangalengan, Kabupaten Bandung.

 

Jalan Tol Trans Sumatra. (Foto: istimewa)
Jalan Tol Trans Sumatra. (Foto: istimewa)

 

10. Tol Trans Sumatra

Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang telah dicanangkan pembangunannya oleh Presiden Joko Widodo terbukti bisa memacu pembangunan sarana dan prasarana wisata di Lampung menjadi bertumbuh makin pesat.

Sejumlah investor baru juga telah menyatakan berminat membangun hotel dan apartemen di Kota Bandarlampung 2017. Okupansi hotel meskipun tidak setinggi di Bandung, Jawa Barat, namun termasuk tinggi dengan mengacu pada jumlah kunjungan wisatawan.

Pada Januari 2017, tercatat jumlah tamu di hotel dan akomodasi lainnya mencapai 118.363 orang, termasuk 292 turis asing, atau lebih besar dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Pengembangan wisata Lampung bisa dilihat dari peningkatan jumlah wisatawan ke daerah ini.

Sepanjang 2016, Dinas Pariwisata Provinsi Lampung mencatat kunjungan wisatawan domestik dan asing mencapai 7,5 juta orang. Padahal, jumlah kunjungan wisatawan ke Lampung tahun 2015 hanya 5,5 juta orang. Lampung menjadi destinasi wisata yang makin terbuka, sehingga para investor makin tertarik berinvestasi di daerah ini.

Objek wisata yang ditawarkan kepada wisatawan baru berupa destinasi yang menonjolkan kekayaan alam, seperti Gunung Anak Krakatau, Pulau Pahawang, Teluk Kiluan, dan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), serta Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

 

(berbagaisumber)