Alt Text
Polusi di Dalam Rumah (foto:ducksteinrestoration)

INAPEX.co.id, – Sebuah penelitian menjelaskan bahwa efek dari indoor pollution atau polusi di dalam rumah lebih berbahaya daripada polusi luar ruangan.

Dalam penelitian tersebut dinyatakan bahwa kematian yang disebabkan oleh polusi di dalam rumah atau dalam ruangan hingga 2,8 juta orang per tahun.

Benda-benda di dalam rumah mempunyai peluang besar untuk menjadi sarang kuman. Maka dari itu, polusi udara dapat hadir melalui benda-benda yang dinaungi mikroorganisme jahat.

Oleh karena itu, mengatur rumah agar sehat dan layak ditinggali mesti dijalankan secara cermat. Berikut ada beberapa cara untuk meminimalisir polusi di dalam rumah.

  1. Sediakan Ventilasi yang memadai

Berdasarkan sebuah penelitian dijelaskan bahwa skema ventilasi yang tak mencukupi bisa meningkatkan jumlah polusi udara di dalam rumah mencapai lima sampai 10 kali lipat ketimbang polusi luar rumah.

Ventilasi yang memadai bisa membuat pergantian udara jadi lancar agar rumah terus memperoleh persediaan udara segar.

  1. Letakkan Tanaman

Salah satu hal yang terbilang efektif untuk meminimalisir polusi di dalam rumah dengan kehadiran tanaman.

Tidak hanya untuk membuat rumah nampak lebih indah dan asri, tanaman juga bisa mempertahankan udara bersih dan segar di dalam rumah.

Adapun tanaman memiliki fungsi untuk karbondioksida dan karbonmonoksida yang merupakan polutan berbahaya di lingkungan rumah.

Sedangkan persediaan oksigen dari tanaman menciptakan udara segar di dalam ruangan.

  1. Gunakan Penjernih Udara

Penjernih udara dengan teknologi plasmacuster dapat dijadikan alternatif apabila tak dapat membuat ventilasi cukup atau tanaman di dalam rumah.

Beda dengan air conditioner atau AC yang dapat mendinginkan udara di dalam rumah, penjernih udara atau air purifier berfungsi sebagai pemurni udara di dalam ruangan.

Teknologi plasmacluster di dalam penjernih udara bisa menciptakan menghadirkan udara segar dan bersih layaknya di area hutan dan pegunungan.

Pasalnya, teknologi ini mempunyai jumlah ion positif dan negatif yang seimbang sehingga berguna untuk menonaktifkan jamur, bakteri, virus, penyebab alergi dan bau yang menempel di udara.

Teknologi tersebut juga bisa menjaga kelembaban kulit dan menormalkan kelembaban udara.