money-02

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Memiliki sebuah hunian atau properti kerap menjadi dilema bagi kaum milenial, khususnya yang bergaji pas-pasan. Namun, semakin lama menunda untuk membelinya, maka harga properti akan terus melambung.

Bagi yang punya modal besar, investasi properti memang menggiurkan. Namun, perlu strategi yang tepat berinvestasi, termasuk dalam memilih waktu yang tepat untuk investasi.

Jika salah memilih waktu, kemungkinan rugi memang kecil, tapi peluang harga properti tersebut untuk naik dengan cepat mungkin tidak sesuai harapan. Harga properti memang selalu naik, tapi kenaikan tersebut bisa cepat dan lambat. Properti yang baik untuk investasi adalah properti yang kenaikan harganya cepat.

Lantas kapan waktu yang tepat untuk membeli rumah? Inilah waktu yang tepat kapan membeli dan menjual properti:

 

Dua Musim Properti

Langkah pertama memprediksi pola siklus properti adalah memahami musim properti. Hanya ada dua musim utama siklus properti di Indonesia, yakni musim akselerasi dan perlambatan.

Musim-musim ini tidak bertahan selamanya. Para pakar properti menyebut, setiap musim berlangsung antara lima hingga tujuh tahun.

Di musim akselerasi akan banyak pembeli yang datang, sementara di saat terjadi perlambatan seperti sekarang, lakukan pembelian—karena banyak penjual atau developer yang menawarkan harga miring. Memahami musim properti membuat Anda mahir dalam melakukan pembelian saat harga rendah dan menjual saat harga berada di puncaknya.

house

Perlu diketahui, dampak tren ekonomi nasional di pasar properti bervariasi, tergantung wilayah. Karena itu, Anda juga perlu mengetahui bagaimana kondisi tersebut memengaruhi lokasi tempat Anda akan membeli properti. Sejumlah wilayah mungkin memiliki perubahan naik atau turun yang signfikan, sementara wilayah lain mungkin kebal terhadap krisis.

Lakukan prediksi untuk pembelian properti di masa depan dan terapkan pada strategi pembelian secara signifikan. Hal ini akan mengurangi risiko keuangan selama siklus datar. Tetapi hal ini tidak dapat menghindarkan investasi Anda dari memburuknya kondisi ekonomi nasional maupun global yang sulit diramal.

 

Mencermati Pengembangan Kawasan di Masa Depan

City-night

Rencana Tata Ruang Kota (RTRK) sangat mempengaruhi harga jual tanah dan bangunan di wilayah bersangkutan.

Dari sini, Anda akan menemukan wilayah mana saja yang akan dikembangkan menjadi daerah industri, permukiman, pendidikan, ataupun perdagangan dalam beberapa tahun ke depan. Sumber informasi RTRK juga bisa dimanfaatkan untuk menentukan lokasi mana yang akan Anda bidik.

Jangan sepelekan suatu wilayah pertanian yang tidak produktif, karena siapa tahu dalam RTRK kawasan tersebut nantinya akan dipergunakan sebagai area terpadu seperti perkantoran atau perumahan.

 

Early Bird Buying

money

Waktu yang tepat untuk berinvestasi adalah early bird buying atau membeli saat produk properti tersebut di-launching atau masih dalam tahap konstruksi. Umumnya, keuntungan yang didapat investor yang membeli saat launching mencapai 25 persen pada saat bangunan sudah jadi atau pada saat serah terima kunci.

Misalnya sebuah apartemen pada saat launching seharga Rp 200 juta. Untuk mendapatkan unit apartemen tersebut, seorang investor hanya mengeluarkan uang untuk down payment sebesar Rp 75 juta. Harga apartemen umumnya akan naik 25 persen pada saat serah terima kunci (sekitar 18 bulan), menjadi sekitar Rp 250 juta, atau naik sekitar Rp 50 juta. Namun, di proyek-proyek berkualitas, persentase keuntungan bisa berlipat ganda.

Selain membeli pada saat launching, Anda juga bisa membeli produk yang baru berkembang. Sebab, sebuah produk baru di kawasan yang potensial akan selalu habis terjual. Mengikuti tren pasar bisa menjadi salah satu cara jitu berinvestasi properti.