• Inapex

    Wagub DKI Minta Optimalkan Ruang Bawah Stasiun MRT

  • Oleh
  • Rabu, 20 Des 2017
  • Kenyamanan di Pameran, Ajak Keluarga Anda Untuk Mencari Hunian Idaman

    Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

     

    JAKARTA, INAPEX.co.id – Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Sandiaga Uno minta mengoptimalkan ruang bawah tanah Stasiun Mass Rapid Transit (MRT) diwilayah  Ibukota. Diantaranya bisa dimanfaatkan sebagai lokasi interaksi bagi masyarakat.

    “Jadi bukan fungsi ekonominya saja. Underground ini juga bisa jadi fungsi sosial untuk meningkatkan interaksi antar warga,” ujarnya di acara Workshop Underground Government Study : MRT Jakarta di Balai Kota Jakarta, belum lama ini.

    Lebih lanjut dikatakan Sandiaga Uno, jika fungsi sosial tersebut bisa dibangun, fungsi ekonomi di ruang bawah tanah otomatis juga akan tercipta. Ruang bawah tanah ini dinilai sebagai peluang untuk menciptakan lapangan kerja. “Kita berharap workshop ini bisa menghasilkan pemikiran-pemikiran untuk pemanfaatan ruang bawah tanah bagi kepentingan warga Jakarta,” tegasnya.

    Dalam workshop tersebut, juga melibatkan jajaran direksi PT MRT, Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Kepala Badan pertanahan Nasional (ATR/BPN) RI Sofyan Djalil, Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri Sumarsono, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohammad Taufik dan sejumlah akademisi.

    Terlepas itu, secara terpisah peringkat daya saing infrastruktur transportasi di Indonesia hingga tahun 2017 naik 10 peringkat dari rangking ke 62 (2015) menjadi ranking ke 52 dengan nilai akhir 4,5 tercatat pada World Economic Forum.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membenarkan, peningkatan daya saing ini tidak terlepas dari keseriusan Kementerian Perhubungan membangun berbagai sarana dan prasarana infrastruktur transportasi seperti terminal bus, pelabuhan laut dan penyeberangan, bandara, hingga fasilitas perkeretaapian, dalam beberapa tahun terakhir.

    “Ini dilakukan Kementerian Perhubungan untuk memastikan konektivitas orang dan logistik nasional berjalan efektif,” kata Menhub saat menyampaikan capaian kinerja dan outlook Kementerian Perhubungan, di Jakarta, baru-baru ini.

    Baca Juga :
    Antusias, Presiden RI Jokowi Resmikan Stadion Utama GBK

    Kemudian, Budi Karya Sumadi, merincikan pada sektor perkeretaapian sampai dengan tahun 2017 pihaknya telah membangun jalur kereta api sepanjang 388,3 kilometer. Selain itu capaian lainnya hingga tahun 2017 Kementerian Perhubungan juga telah merehabilitasi terminal bus di 30 lokasi, pembangunan pelabuhan laut di 104 lokasi dan pembangunan 7 bandara baru.

    Untuk program pembangunan Bus Rapid Transit atau BRT, diakui Menhub belum optimal. Untuk itu pihaknya akan segera mengambil langkah optimalisasi. “Kalau bandara tercapai, pelabuhan tercapai, bus akan kita optimalisasi dengan cara mengubah ukuran bus karena kebutuhan BRT kita konsentrasikan di kota-kota tertentu dan di sekolah, jadi target bus akan tercapai,” ujar Budi Karya Sumadi.

    Demikian juga pembangunan jalur kereta api sekarang ini diakui Budi Karya Sumadi dinilai belum maksimal. Apalagi, menurut Budi Karya Sumadi, karena kondisi salah satu industri tambang yang mengalami kemunduran. Akan tetapi Budi Karya Sumadi, memastikan bahwa sudah ada investor yang tertarik untuk membangun jalur kereta api di Indonesia.

    “Selama ini kita rencanakan kereta api dengan jalur yang panjang itu ada di Kalimantan, Kalimantan Tengah ke Selatan, Kalimantan Tengah ke Timur, Sumatera Selatan dan itu memang dipakai untuk kereta logistik (batu bara) dan selama ini direncanakan sebagai proyek KPBU dan sekarang ini (kondisi bisnis) batu baranya belum begitu baik jadi mereka belum mau mulai,” terang Budi Karya Sumadi seraya menambahkan, bahwa sejumlah investor telah mendapatkan izin untuk berinvestasi pada proyek ini, diantaranya dari Rusia dan China.