Ilustrasi suasana pameran IPEX 2018. (Foto: dok.inapex)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Tidak hanya dari sudut jumlah, namun usia produktif menjadi bonus demografi di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Pengusaha Nasional Chairul Tanjung saat menyampaikan Indonesia memiliki banyak potensi yang bisa menjadi peluang investasi bagi Hong Kong dan Tiongkok.

Pria pemilik panggilan akrab CT ini, menjelaskan dalam seminar yang dihadiri oleh delegasi Hong Kong di Hotel Shangri-La, Jakarta, baru-baru ini.

“Saya orang Indonesia, saya ingin perkenalkan sedikit perekonomian Indonesia. Kami salah satu negara terbesar. Di Indonesia dalam hal populasi peringkat 4. Populasi kami 200 juta orang dan tiap tahun ada bayi lahir lebih dari 4 juta. Jadi kami akan saingi Amerika dalam hal populasi,” ujar CT.

“Populasi kami dalam usai produktif maka di era ini, 30 tahun mendatang Indonesia akan mencapai bonus demografi, artinya jumlah populasi manusia muda dan produktif di Indonesia lebih dari pasangan yang ada,” katanya.

Masyarakat berusia produktif ini pun terbilang sebagai masyarakat yang cukup konsumtif. PDB Indonesia pun salah satunya dikontribusikan dari konsumsi.

“Kurang lebih 6% PDB (pendapatan domestik bruto) Indonesia didukung oleh konsumsi domestik dan ini ciptakan banyak peluang investasi dalam konsumsi domestik. Kemudian 30% PDB dikontribusi oleh investasi. Dengan situasi ini bisa ciptakan banyak peluang di negara ini,” lanjutnya.

CT menambahkan, dengan kondisi semacam ini dirinya mengajak Hong Kong dan Tiongkok untuk segera berinvestasi di Indonesia. “Maka Tiongkok bersama Hong Kong bisa kita sebut ini peluang emas. Jangan sampai lewatkan kesempatan ini karena nanti bisa diambil orang lain,” jelasnya.