SEMARANG, INAPEX.co.id – PT Trans Marga Jawa Tengah (TMJ) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Semarang-Solo sudah menyiapkan uang receh sebanyak Rp.1 miliar untuk menantisipasi mudik dan balik Lebaran 2017.

Persiapan uang kecil tersebut untuk mendukung kecepatan, ketepatan serta kenyamanan dalam bertransaksi di gardu tol.

“Kami siapkan Rp.1 miliar, artinya kesiapan uang pengembalian pembayaran tol selama H-7 sampai H+7 akan kami tambah menjadi sekitar Rp.50 juta per hari,” ucap Manajer Operasi PT TMJ Fauzi Abdurrahman dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka Kesiapan Pengamanan Ramadhan Idul Fitri 2017 di Ruang Dharma Satya Kantor Setda Kabupaten Semarang, Rabu (31/5).

Tidak hanya menambah uang receh kembalian pembayaran tol, TMJ juga akan mengoperasikan gardu portabel di samping 10 unit gardu bayar reguler.

Selama arus mudik dan balik Lebaran, TMJ juga akan menambah jumlah petugas di gardu tol.

“Dari sisi petugas, rencananya ada penambahan sebanyak 92 orang,” imbuhnya.

Fauzi memperkirakan puncak arus mudik Lebaran 2017 di Jalan Tol Semarang-Bawen akan terjadi pada H-2 Lebaran.

Pada saat itu volume kendaraan yang melintas diprediksi sebanyak 105.247 kendaraan, meningkat 33 persen dibanding puncak arus mudik tahun lalu.

Lonjakan kendaraan pada H-2 Lebaran tersebut terjadi lantaran bersamaan dengan penetapan libur bersama oleh pemerintah.

“Jika dibandingkan dengan lalu lintas harian rata-rata (LHR) kenaikannya sekitar 105 persen. Karena rata-rata ada 52.000 kendaraan yang melintas per hari,” tuturnya.

Fauzi menuturkan bahwa untuk perkiraan puncak arus balik Lebaran 2017 terjadi pada H+2.

“Beberapa prediksi ini berdasarkan kajian saat pelaksanaan arus mudik Lebaran tahun 2016,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Semarang AKBP Thirdy Hadmiarso menjelaskan bahwa jajaran Satlantas sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan soal ketentuan pelarangan kendaraan berat melintas menjelang Idul Fitri.

“Keputusan Kementerian Perhubungan, kendaraan berat selain sembako dan BBM dilarang melintas dimulai pada H-4 hingga H+3. Kami minta agar perusahaan mematuhi ini,” tegas Thirdy.

Proyek LRT

Pembangunan proyek light rail transit (LRT) koridor Kelapa Gading, Jakarta Utara, sampai Velodrome di JL Pemuda, Jakarta Timur, terus dikebut PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Proyek tersebut untuk mendorong kelancaran pelaksanaan perhelatan Asian Games 2018 di Jakarta. Targetnya LRT ini dapat beroperasi pada bulan Agustus 2018.

“Jalur ini panjangnya 6 km dengan 6 stasiun. Keenam stasiun itu lokasinya Depo Kelapa Gading, Mal Kelapa Gading, Boulevard, Pulomas, Equestrain, dan Velodrome,” papar Direktur Utama Jakpro Satya Heragandi, di Jakarta.

Pembangunan LRT untuk koridor tersebut lebih cepat dari jadwal dan kini progresnya telah 21 persen. Di lapangan telah dilakukan pekerjaan pondasi dan pile cap dengan melibatkan 1.900 orang tenaga kerja. Targetnya semua pekerjaan konstruksi dapat selesai pada akhir 2017.

“Pada awal tahun depan akan mulai fokus pada pekerjaan jalur dan pengadaan kereta. Pembelian rangkaian kereta targetnya akan dimulai pada April 2018, kemudian testing and commissioning mulai Mei-Agustus 2018 sekaligus uji coba pengoperasian,” tutupnya.