• Inapex

    Tukang Bakso Dapat Bantuan Beli Rumah, Ini Syaratnya

  • Oleh
  • Rabu, 06 Des 2017
  • Kisah Penjual Bakso Berjuang Miliki Rumah (Bag.3)

    Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

     

    JAKARTA, INAPEX.co.id -Melalui program BP2BT yang telah dicanangkan pemerintah, pekerja informal seperti tukang bakso akan mendapat bantuan pembiayaan rumah. Kendati demikian, tidak serta merta bantuan tersebut bisa diwujudkan bagi mereka. Pasalnya, syarat untuk besaran dana bantuan tersebut sangat tergantung pada jumlah penghasilan, jenis dan lokasi rumah yang akan dipilih.

    Kasubdit Pola Rumah Swadaya dan Mikro Perumahan, MAS Mulyowibowo mencontohkan, jika seorang pekerja informal dengan penghasilan Rp 5 juta per bulan berencana beli hunian jenis rumah tapak di Jabodetabek pada tahun 2018, maka sesuai tabel batasan dana dari penghasilan bantuan BP2BT yang bisa diterima sebesar Rp 28,4 juta.

    Namun hal tersebut belum dihitung dengan jenis dan lokasi rumah yang dipilih. Maka, masih dikatakan MAS Mulyowibowo, ketika seseorang tersebut memilih membeli rumah tapak di Jabodetabek maka akan ada perhitungan kembali sesuai yang sudah batas yang ditetapkan pemerintah.

    Sebagai informasi, penghasilan Rp 5 juta/bulan akan mendapatkan dana BP2BT paling banyak Rp 28,4 juta dengan indeks terhadap nilai rumah (RAB) 19,4%. Kemudian untuk batasan rumah tapak tahun 2018 di Jabodetabek sebesar Rp 148,5 juta.

    Sehingga, untuk menentukan dana tersebut perlu perbandingan nilai, angka dana yang paling kecil akan diberikan sebagai dana BP2BT.  “Dihitung nanti yang paling kecil yang mana ya diberikan angka yang paling kecil antara di tabel atau perhitungan ini,” kata MAS Mulyowibowo, di Jakarta, baru-baru ini.

    Baca Juga :
    Developer Ini, Bakal Pasarkan 1.000 Unit Rumah Subsidi Rp 140 Jutaan

    Seperti ini perhitungannya Rp 148,5 juta (batasan harga rumah tapak) x 19,4% (RAB) = 28,8 juta. Lalu, masih dikatakan MAS Mulyowibowo, dibandingkan dengan batasan dana BP2TB pada tabel, yakni Rp 28,4 juta. Maka, batasan dana sebear Rp 28,4 juta ayau yang paling kecil tersebut akan menjadi hal dari pemohon dana itu.

    “Di Jabodetabek tahun 2018 harga Rp 148,5 juta dikali indeks gaji Rp 5 juta itu 19,4%. Nah, 19,4% x Rp 148,5 juta besaran mana dengan Rp 28,4 juta? Kan hasilnya Rp 28 juta lebih. Berati tetap dapat Rp 28,4 juta ya kan batas jadi mana yg paling kecil sesuai tabel indeks itu yg kita berikan,” pungkas MAS Mulyowibowo.