• Inapex

    Tol Pertama di Sumatera Selatan Sudah Diresmikan Jokowi

  • Oleh
  • Jumat, 13 Okt 2017
  • Tol Pertama di Sumatera Selatan Sudah Diresmikan Jokowi

    Ilustrasi (Foto: sumeks)

     

    JAKARTA, INAPEX.co.id – Tol pertama di Sumatera Selatan sudah diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jalan tol Palembang-Indralaya (Palindra) Seksi I ruas Palembang-Pamulutan, Kamis (12/10) ini memiliki panjang 7,8 kilometer.

    “Ini jalan tol pertama sekaligus Tol-Trans Sumatera pertama yang diresmikan Jokowi,” tutur Jokowi didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono.

    Tol Palindra yang terdiri atas tiga seksi tersebut digarap PT Hutama Karya berdasarkan penugasan pemerintah melalui Perpres Nomor 117 Tahun 2015 dengan nilai investasi Rp.3,3 triliun.

    Tidak hanya Palembang-Pamulutan, dua seksi lainnya yaitu Seksi II Pamulutan-KTM sepanjang 4,9 kilometer dan Seksi III KTM-Simpang Indralaya 9,3 kilometer. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Herry Trisaputra Zuna menuturkan bahwa jalan tol tersebut akan dibuka secara gratis untuk sementara waktu.

    “Tol ini baru keluar sertifikat layak fungsinya sehingga bisa diresmikan. Selanjutnya sambil menunggu keputusan penetapan tarif, tol Palindra dapat dilewati tanpa tarif,” imbuh Herry.

    Terlepas dari itu, pada kesempatan berbeda, warga Jalan Mukhtar Basri, Jalan Bukit Barisan, Glugur Darat dan Kampung Durian putus harapan.

    Akses yang setiap hari mereka lintasi, telah lama rusak parah. Menjadi kolam ketika musim hujan dan sarang abu kala kemarau. Janji-janji akan diperbaiki tidak kunjung terwujud. Tidak pelak mereka pun marah, dan mengancam akan melangsungkan demo besar-besaran.

    Baca Juga :
    Berkonsep TOD, Pengembang Ini Lakukan Grounbreaking 2 Proyek Sekaligus

    “Perbaikan yang dilakukan terkonsentrasi di kawasan tertentu saja, ada diskriminasi lokasi. Kami menderita dengan jalan rusak ini. Sudah tiga kali ganti wali kota, puluhan pejabat meninjau, tak ada perbaikan. Tunggu Joko Widodo (Jokowi) datang dulu rupanya baru diperbaiki jalan ini,” ucap mahasiswa fakultas hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Aulia Asmul Nasution.

    Setiap hari, untuk menuju kampusnya, dia mesti melewati jalan berlumpur dan berlubang-lubang. Jalan Mukhtar Basri dan Jalan Bukit Barisan kondisinya paling parah jadi akses utama menuju tempatnya menimba ilmu.

    Akibatnya, kerugian dialami semua kalangan masyarakat, seperti pedagang di sekitar kampus, pengguna jalan, warga dan mahasiswa.

    “Kami sudah capek minta Pemerintah Kota (Pemko) Medan memperbaiki. Tak ada reaksi wali kota, warga sudah menanami pohon dan menyemen jalan. Kami menilai ini bentuk arogansi dan diskriminasi,” jelas Aulia. Menurutnya, pengguna jalan yang melintasi kedua akses ini lebih dari 25.000 orang per minggu. Mahasiswa UMSU saja jumlahnya 20.000 orang.