• Inapex

    Tips Menata Rumah Secara Organisir, Ini Prinsipnya

  • Oleh
  • Kamis, 21 Des 2017
  • Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

     

    JAKARTA, INAPEX.co.id, – Memiliki rumah yang terorganisasi menimbulkan perasaan nyaman untuk penghuninya. Terdapat sejumlah prinsip penataan yang dapat diterapkan pada ruang apa saja. Pada umumnya, mencari tahu mesti dimulai dari mana, mungkin memusingkan penghuni.

    1. ZONA

    Zona aktif merupakan tempat di rumah yang sering digunakan atau disentuh setiap hari atau beberapa kali sehari. Misalnya pintu masuk, meja rias, dan lemari. Sebaliknya, zona pasif ialah ruang yang jarang dipakai di rumah Anda. Misalnya, garasi atau ruang bawah tanah, ruang tamu, rak yang tinggi atau paling rendah, serta sudut jauh di dalam lemari. Dengan mengetahui zona-zona tersebut, ada baiknya untuk tidak meletakkan barang-barang penting di zona pasif ataupun menaruh barang yang tidak penting di zona aktif. Misalnya, menyimpan senter di zona pasif yang cenderung dapat terlupa.

    1. PENYIMPANAN

    Biasanya rumah bisa memakai kombinasi penyimpanan tertutup maupun terbuka. Namun, khusus di rak terbuka, secara visual barang-barang yang dipilih mesti menarik. Misalnya, rak terbuka di ruang tamu adalah tempat yang cocok untuk buku-buku. Susunan buku dapat diatur berdasarkan warna jika ingin terlihat berseni. Rak juga dapat menyimpan benda-benda cantik untuk dekorasi atau aksesoris. Jangan menyimpan tumpukan video game dan papan permainan di rak ini. Berlaku pula di dapur yang rak terbukanya digunakan untuk meletakkan barang-barang set Anda.

    1. KEMUDAHAN

    Toples transparan cukup ideal saat ingin melihat isinya secara sekilas. Keranjang terbuka juga dapat menyimpan barang sementara yang masih bisa dilihat dalamnya sekilas.

    Apabila memakai wadah yang tak transparan, jangan lupa untuk melabelinya dengan jelas. Cara unik lainnya ialah dengan memasang foto dari objek di dalamnya.

    1. TEMPAT PENYIMPANAN

    Biasanya hal ini dilakukan untuk barang-barang anak, jika membutuhkannya bisa dengan mudah mendapatkan. Agar tidak malah dalam menggunakan tempat yang telah disediakan, gunakan kantong atau keranjang yang gampang dijangkau. Bisa juga dengan menyiapkan sistem pengarsipan sederhana, serta gantungan di dinding untuk barang-barang yang biasa digunakan.

    1. KELOMPOK
    Baca Juga :
    Pasar Apartemen, Pasangan Baru Jadi Target Potensial

    Pengelompokkan tersebut serupa dengan kotak penolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Saat cedera, sakit demam atau terluka bisa langsung ke kotak P3K. Lain halnya jika membutuhkan kunci mobil, tentu akan menuju ke tempat atau gantungan khusus kunci-kunci. Hal tersebut akan memudahkan dalam pencarian, mengatur barang-barang dan menyimpannya. Jangan lupa untuk memberi label kotak-kotak tersebut.

    1. VERTIKAL

    Biasanya untuk menyusun barang-barang secara horizontal ataupun hanya menggunakan ruang bawah, yang bisa membuat ruangan lebih sempit. Jangan melakukan pengorganisasian seperti ini dan coba untuk susun secara vertikal. Manfaatkan rak untuk meningkatkan kapasitas lemari dan pakai penggantung di dinding untuk meletakkan sapu dan pel agar tak diposisikan secara terbalik.

    1. MANFAATKAN WADAH

    Tentu tak ingin sejumlah barang yang paling berharga rusak karena penyimpanan yang tak tepat, seperti foto-foto lama keluarga dan gaun pengantin. Cegah dengan memilih wadah penyimpanan yang sesuai dengan isinya. Foto dan memorabilia kertas mesti disimpan dalam wadah bebas asam atau album. Sedangkan tekstil mesti disimpan dalam kotak penyimpanan yang bisa dimasuki udara.

    1. BARANG BERAT

    Tak perlu menyeimbangkan diri di tangga saat mencoba untuk mengangkat sesuatu yang berat. Letakkan barang-barang berat di bawah atau maksimal setinggi pinggang Anda. Hal tersebut berlaku juga pada peralatan dapur seperti mixer, oven, dan hal-hal lain yang memerlukan kekuatan lebih untuk mengangkatnya. Apalagi jika tinggal di daerah rawan gempa, poin ini sangat penting. Sebab, hal yang tidak ingin terjadi yaitu saat barang-barang berat jatuh ke atas kepala seseorang.