Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono ketika gunting pita pembukaan pameran Indonesia Properti Expo 2017. (Foto: dok.inapex/maskendi)
Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono ketika gunting pita pembukaan pameran Indonesia Properti Expo 2017. (Foto: dok.inapex/maskendi)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Ternyata ini alasan para konsumen dibalik aksi stop beli properti di Bulan April 2017. Bahkan dikalangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang ingin beli rumah bisa menahan uangnya dan menabung untuk melakukan transaksi di ajang pameran Indonesia Properti Expo di Bulan Agustus 2017 mendatang.

Pasalnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menggunakan anggaran 2017 untuk 497.800 unit rumah yang merupakan salah satu dari tiga program prioritas nasional.

Ketiganya meliputi konektivitas, ketahanan air/pangan, dan perumahan permukiman. Besaran anggaran yang diterima Kementerian PUPR pada 2017, senilai Rp105,6 triliun.

Melalui program perumahan dan permukiman tersebut, Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono menyebutkan akan membangun 497.800 unit rumah.

Bahkan, sekitar 11.400 unit di antaranya adalah rumah susun (rusun) untuk MBR. Tidak hanya rusun, dalam rangka menurunkan backlog perumahan, juga akan didirikan sebanyak 109.500 unit rumah swadaya dan 375.000 unit rumah umum seperti rumah tapak dan rusunami lewat KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan perumahan (FLPP).

“Kita juga akan membangun 1.900 unit rumah khusus dalam rangka penanganan paska bencana/konflik, maritim, daerah tertinggal dan perbatasan negara,” papar Basuki, belum lama ini.

Kemudian, untuk membangun rusun dan perumahan, Basuki juga menetapkan pengembangan area permukiman sebagai program prioritas di tahun 2017.

Di antaranya penataan bangunan lokasi strategis di kawasan destinasi wisata meliputi Mandalika, Danau Toba, Borobudur, kawasan Masjid Raya Padang, Menara Salib Wamena, Monumen Kapsul Waktu Merauke, dan Sail Sabang.

Terakhir, Basuki mengatakan bahwa pada 2017 masih akan menjalankan tugas khusus untuk menjalankan pembangunan Prasarana dan Sarana Gelora Bung Karno (GBK) dan Palembang untuk mendukung Asian Games XVIII.

Selain itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil menawarkan tiga terobosan di sektor pertanahan dan tata ruang.

Terobosan pertama ialah, penyelesaian Rancangan Umum Tata Ruang (RUTR) di setiap kawasan yang di nantinya akan diatur zonasi untuk perumahan MBR. Zonasi MBR tersebut akan dikunci Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP)-nya untuk memastikan perumahan MBR terjangkau dan tersedia.

Ketua DPD DKI Real Estat Indonesia (REI) Amran Nukman menyambut positif dan mendorong penuh terobosan mengenai RUTR tersebut.

“Kami berharap hal itu menjadi katalisator pembangunan perumahan yang sangat bergantung pada RUTR. Dengan ini, seluruh wilayah di Indonesia akan memiliki RUTR yang jelas,” jelas Amran Nukman.

Terobosan kedua, ATR/BPN akan menjalankan pemetaan tanah pada tiga wilayah yang jadi prioritas yakni Jakarta, Batam dan Surabaya.

Terobosan ketiga yaitu menyangkut percepatan proses penyelesaian sertifikasi tanah lewat digitalisasi sertifikasi tanah dan penambahan juru ukur.