• Inapex

    Tentukan Pilihan Sebelum Investasi Properti, Ini Penjelasannya

  • Oleh
  • Kamis, 05 Okt 2017
  • Illustrasi Investasi Properti

    Ilustrasi Investasi Proprti (Foto: jitunews)

     

    JAKARTA, INAPEX.co.id – Ditengah keterbatasan lahan untuk penyediaan perumahan, beragam solusi telah disiapkan pemerintah dan pengembang. Kandati masih terdapat peluang untuk pengembangan proyek perumahan, tapi lokasinya relatif tidak dekat dari pusat kota.

    Disisi lain, pertumbuhan pembangunan apartemen terus meningkat, khususnya disejumlah wilayah Jakarta, Depok, Serpong, dan Bekasi. Tentunya, kondisi tersebut bakal membingungkan bagi konsumen properti. Berikut tips untuk menentukan pilihan sebelum Anda melakukan investasi properti, ini penjelasannya;

     

    LEGALITAS PEMILIKAN

    Inilah perbedaan mendasar yang patut dipahami saat ingin investasi rumah ataupun apartemen. Jika kamu berniat membeli apartemen, yang menjadi hal milikmu adalah unit apartemennya saja. Sedikit mustahil untuk memiliki hak tanahnya karena kamu pun harus membeli satu gedung dong?

    Berbeda dengan membeli rumah, kamu pun bisa mempunyai hak milik atas rumah dan tanahnya. Kembali lagi pada perjanjian yang telah disepakati, ya. Jadi, selalu pastikan surat kepemilikan saat akan membeli rumah.

    JENIS HUNIAN

    Baik rumah maupun apartemen, keduanya sama-sama bisa dijadikan hunian. Namun, setiap orang mendefinisikan hunian itu dalam arti yang berbeda-beda. Umumnya, hunian lebih merujuk pada rumah tradisional yang memiliki atap genteng.

    Ditambah lagi ada halaman rumah dan tetangga yang bisa diajak untuk bercengkerama. Oleh karena itu, pada akhirnya investasi itu bergantung pada nilai emosionalnya, seperti untuk kepentingan pada hari tua.

    Kamu dapat membeli tumah di tanah kelahiran dan bisa menempatinya kalau pensiun kelak. Bisa kamu sewakan sebagai gambaran, nih, kamu bisa menyewakan rumah atau apartemen dengan beberapa harga sewa.

    Baca Juga :
    Tingkat Penjualan Apartemen, Jadi Acuan Pergerakan Pasar Properti

    Kisarannya sekitar Rp 80 juta-Rp 125 juta/tahun untuk rumah berukuran sekitar 120 m2 di area Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Sementara itu, kalau kamu melihat rate di area Jakarta Utara, untuk luas rumah mulai dari 150 m2 sewanya adalah Rp 90 juta-Rp 130 juta/tahun.

    Sementara itu, jika kamu memiliki rumah seluas 100 m2 di Jakarta Barat, maka dapat disewakan sekitar Rp 30 juta-Rp 50 juta tiap tahunnya. Jika dilihat-lihat lagi nih, memang harga sewa di Jakpus dan Jaksel lebih tinggi dibandingkan dengan harga  tempat lain pasti sudah maklum ya, kalau harga tanah/rumah di Jaksel dan Jakpus memang jauh lebih tinggi.

    Inilah untuk rata-rata harga sewa rumah di Jakarta dan beda lagi untuk harga sewa apartemen. Dibandingkan dengan rumah, harga sewa apartemen tentu lebih tinggi. Khususnya, untuk para eksekutif yang menghabiskan waktunya untuk beraktivitas di pusat kota.

    Misalnya, apartemen Thamrin Residence ataupun Sudirman Park yang mematok harga mencapai Rp 10 juta per bulan untuk 2 kamar tidur. Apartemen yang lokasinya berada di pinggiran seperti Kebagusan City dan Kalibata pun tak kalah ramainya.

    Sebagai gambarannya, kamu harus membayar sewa sebesar Rp 2,5 juta per bulan untuk menyewa studio unfurnished. Dan harus membayar sekitar Rp 5 juta per bulan untuk 2 kamar tidur semi-furnished. Kalau kamu mencari di Jakarta Barat seperti di Apartemen Seasons City, harga sewanya adalah Rp 2 juta per bulan untuk ukuran studio.