• Inapex

    Target Penerbitan 5 Juta Sertifikat, Dapat Apresiasi dari Presiden RI

  • Oleh
  • Rabu, 17 Jan 2018
  • Presiden Jokowi saat Pembukaan Rakernas Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN 2018. (Foto: Sekneg)

    JAKARTA,  INAPEX.co.id – Pencapaian target terkait penerbitan 5 juta sertifikat tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) mendapat apresiasi dari Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi).

    “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional dari tingkat pusat sampai tingkat kabupaten dan kota sehingga target yang saya berikan di tahun 2017 yang lalu bisa tercapai,” kata Presiden Jokowi saat Pembukaan Rapat Kerja Nasional Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Tahun 2018, di Puri Agung Convention Hall, Hotel Sahid Jaya, Jakarta, baru-baru ini.

    Jokowi menambahkan, di tahun 2018, target untuk Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional ditingkatkan menjadi 7 juta sertifikat. Berangkat dari tingkat keberhasilan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional 2017, Presiden optimis target tersebut bisa dicapai. “Kalau kita bekerja tanpa target yang jelas, persoalan masalah sertifikat ini bertahun-tahun tidak akan selesai,” ujarnya.

    Lebih lanjut Presiden Jokowi, kemudian menceritakan setiap dirinya melakukan kunjungan kerja ke daerah, sering mendengar keluhan tentang sengketa tanah dan kesulitan pembebasan lahan. Oleh sebab itu, Jokowi kemudian membandingkan jalan tol di Indonesia dengan jalan tol di negara-negara tetangga.

    “Coba bandingkan jalan tol dulu di Malaysia, Vietnam, Tiongkok. Waktu kita bikin Jalan Tol Jagorawi tahun 1977, mereka lihat ke kita, jalan tol itu seperti apa, pembebasan lahan, konstruksi bagaimana, manajemen pengelolaan seperti apa. Sampai tahun 2014, kita punya jalan tol hanya 780 km. Tiongkok sudah punya 280.000 KM jalan. Ini berarti ada masalah. Masalahnya adalah pembebasan lahan yang sulit,” jelasnya.

    Baca Juga :
    Terkait Proses Tender, Komite Anti Korupsi Datangi Kantor KPPU

    Tol Trans Jawa dari Merak sampai Banyuwangi, masih dikatakan Presiden Jokowi, ditargetkan akan selesai tahun 2019.  Lebih lanjut dikatakan Presiden Jokowi, optimis pembangunan jalan tol tersebut akan selesai tepat waktu. “Kalau kita niat, kita punya kemauan tanpa didasari kepentingan-kepentingan, bisa rampung,” kata Presiden Jokowi.

    Selain itu, Presiden Jokowi mengungkapkan bahwa dirinya memberikan target melalui Kementerian Agraria dan BPN agar di tahun 2025 seluruh bidang tanah di Indonesia sudah bersertifikat.

    Diungkapkan Presiden bahwa di berbagai negara, pemberian hak atas tanah kepada rakyat adalah hal yang mendasar dan fundamental. “Kita juga harus melakukan hal yang sama. Saya yakin kalau urusan sertifikat tanah ini selesai, masyarakat akan lebih sejahtera dan kita bisa mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ucap Presiden.

    Rapat Kerja Nasional Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Tahun 2018 ini dihadiri oleh sekitar 900 orang jajaran Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.