Terus Fokus Geluti Dunia Properti, PP Pracetak Ganti Nama
PT PP Properti (Persero) juga sedang menggarap hunian “Student Apartment”. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Tak hanya hunian berkonsep Transit Oriented Development (TOD) yang menjamur diatas lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI), namun pengembang properti pelat merah PT PP Properti (Persero) juga sedang menggarap hunian “Student Apartment” atau apartemen pelajar.

Penandatanganan kerja sama dilakukan di lokasi Proyek Grand Dharmahusada Lagoon, apartemen pelajar yang dibangun tidak jauh dari kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, baru-baru ini.

Direktur Realty PT PP Properti Galih Saksono mengatakan, pada tahap awal, perpustakaan digital akan disediakan di enam lokasi apartemen baru yang dibangun PP Properti tahun ini.

Selain di Grand Dharmahusada Lagoon Surabaya, juga di Western View Surabaya, Begawan Malang, Alton Semarang, Evencio Depok, dan The Lovin Jatinangor.

“Perpustakaan digital adalah salah satu layanan yang kami berikan kepada penghuni apartemen. Satu penghuni diberi satu passworduntuk mengakses perpustakaan digital,” ujar Galih.

Bagi perusahaannya, layanan platform digital adalah suatu kewajiban untuk memenuhi perkembangan teknologi yang dibutuhkan konsumen.

Manajer Sales dan Marketing gramedia.com, Petrus Sarjito, menuturkan bahwa ada sekitar 7.000 judul buku yang disediakan oleh pihaknya dalam kerja sama tersebut.

“Secara umum, bentuk perpustakaan sama dengan perpustakaan pada umumnya. Hanya saja yang kami sediakan platform digital. Jadi online, bukan offline,” kata dia.

Petrus menggambarkan, perpustakaan digital yang disediakan berbasis aplikasi. Namun, untuk masuk ke dalam perpustakaan tersebut hanya pemilik apartemen yang memiliki kuncinya.

Secara terpisah, pengembang properti PT Pembangunan Perumahan (PP) (Persero) bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) melaksanakan prosesi groundbreaking pembangunan rumah susun yang berkonsep TOD.

Groundbreaking ini dilakukan secara bersamaan terhadap dua proyek pembangunan hunian TOD di dua tempat yaitu Juanda dan Tanah Abang. Melalui proyek pembangunan TOD, Perseroan dipercaya oleh KAI untuk mengembangkan dua proyek hunian TOD, Juanda dan Tanah Abang.

Direktur Utama PT PP Tumiyana menjelaskan, proyek hunian TOD Juanda akan dilakukan pembangunan sebanyak dua tower yang bakal menampung sebanyak 627 unit hunian.

Hunian dibangun di atas lahan seluas 5.903 meter persegi dan akan menelan nilai investasi sekitar Rp 300 miliar. “Proyek TOD Juanda memiliki komposisi hunian Rusunami yang diperuntukan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebanyak 171 unit dengan luasan per unit 32 meter persegi,” ujar Tumiyana di Stasiun Juanda, Jakarta, baru-baru ini.

Dia mengatakan, harga jual dari hunian tersebut sebesar Rp 7 juta per meter persegi atau Rp 224 juta per unit. Hunian MBR pada TOD Juanda memiliki rasio 36 persen terhadap luasan total semi gross area pengembangan, di mana juga akan dikembangkan anami dan zona komersial.

Dalam hunian TOD Juanda rencananya akan difasilitasi dengan area swimming pool, gym, commercial area, pedestrian elevated walk-way, jembatan menuju parkiran, gedung parkir, Jakarta Railway Center, Stasiun Juanda, shuttle bus drop off, Kantor KAI yang menyatu dengan hunian TOD Juanda.

“Konsep hunian TOD Juanda dan Tanah Abang ini diharapkan dapat mempermudah mobilisasi masyarakat dalam beraktifitas sehari-hari, di mana pembangunan ini dapat membuat biaya transportasi penghuni TOD tersebut menjadi Iebih efisien karena terintegrasi langsung dengan moda transportasi massal (kereta api),” katanya.

Selain terintegrasi dengan moda transportasi massal, katanya, proyek hunian TOD Juanda ini juga memberikan nilai tambah yang terhubung dengan fasiiitas publik yang ada di sekitar area TOD, antara Iain, pusat pendidikan, bisnis, perbankan, pusat pemerintahan dan rumah sakit.

Sehingga tidak hanya kebutuhan hunian yang terpenuhi, namun juga dapat memberikan nilai tambah terhadap perekonomian baru di wiIayah tersebut. Dia menambahkan, saat ini pemerintah tengah mengembangkan konsep TOD sebagai upaya interkoneksi dan integrasi antar moda transportasi yang sedang dibangun di setiap stasiun dan halte di Jakarta.

Dalam 5 tahun ke depan, Pemerintah berharap hunian ini dapat menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat di daerah Jabodetabek, sehingga pengembangan TOD harus dilakukan secara terencana dan baik.