• Inapex

    Tahun Politik 2018, Investor Properti Pilih Ekspansi

  • Oleh
  • Senin, 18 Des 2017
  • ilustrasi. (Foto: Dimas)

     

    JAKARTA, INAPEX.co.id – Dipicu dari kondisi tahun politik 2018, maka Realestat Indonesia ( REI) memprediksikan untuk pertumbuhan sektor properti di tahun depan akan cenderung stagnan. Sehingga para investor memilih untuk berekspansi. Pasalnya, meskipun perekonomian diyakini bakal melaju lebih kencang dibandingkan tahun ini, tahun depan merupakan tahun politik.

    Hal ini ditegaskan Wakil Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Bidang Tata Ruang dan Properti Ramah Lingkungan, Hari Ganie. “Meski banyak yang meyakini pertumbuhan ekonomi di tahun 2018 akan maju kencang, tapi para pelaku usaha dan investor lebih berpikir untuk menahan diri berekspansi. Pasalnya tahun 2018 merupakan tahun politik sehingga banyaknya kampanye. Imbasnya pertumbuhan sektor properti akan tertahan,”jelas Hari Ganie, di Jakarta, kemarin.

    Masih katanya, potensi permintaan dunia properti di Indonesia masih sangat tinggi, hal ini dikarenakan laju jumlah penduduk Indonesia yang terus tumbuh. Tapi untuk faktor jual beli properti belum lah seimbang. Sehingga sampai saat ini masih banyak penduduk yang belum memiliki rumah hunian tetap yang layak. Sehingga masih diperlukan 13,5 juta unit rumah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

    Selain itu, lanjut Heri, masyarakat yang memiliki daya beli juga belum tentu menggunakan materinya untuk memenuhi kebutuhan. “Tahun ini, orang-orang dari kalangan menengah ke atas punya duit tetapi mereka tidak mau membelanjakan duitnya, mereka lebih memilih disimpan di bank. Oleh karenanya saya berharap pemerintah tetap konsisten dalam menjalankan proyek infra struktur, dengan begitu sektor properti ikut terdongkrak,” jelasnya.

    Baca Juga :
    Harga Rp.148 Juta, Rumah di Grand Cikarang Village Bisa Dicicil Rp.900 Ribuan

    Untuk tahun ini, pelaku sektor properti masih berusaha pulih. Heri optimistis bisa mencapai bahkan melampaui target program sejuta rumah. Per November 2017, Heri mengungkapkan anggota REI telah mencapai 70 hingga 80 persen dari target pembangunan rumah rakyat atau hunian untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang sekitar 200 ribu unit.

    Sementara itu, Presiden RI, Joko Widodo menegaskan di tahun 2018 ada 171 daerah yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah secara serentak. Setelah itu, di tahun berikutnya pelaksanaan Pemilihan Presiden.

    “Kalau mau wait and see sampai kapan? Tahun 2014 kita ada Pemilihan Presiden, wait and see. 2015 ada 150-an Pilkada ya wait and see lagi. 2016 ada 106 Pilkada wait and see lagi, 2018 ada 171 pilkada wait and see lagi, 2019 ada Pilpres, apa mau wait and see lagi? Saya kira yang politik berjalanlah politik, yang ekonomi berjalanlah ekonomi,” ujar Jokowi.