ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Tahun depan saatnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk mewujudkan impian bisa memiliki rumah sendiri. Pasalnya, Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bakal membuat banjir bantuan dengan program subsidi pembiayaan perumahan ditahun 2018.

Rinciannya, untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dialokasikan untuk 42.000 unit, Subsidi Selisih Bunga (SSB) 225.000 unit, dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) sebesar 344.500 unit. Dari target yang ditetapkan, hanya skema SSB yang kuotanya dipotong dari tahun 2017, di mana tahun ini alokasinya adalah 239.000 unit. Sedangkan FLPP meningkat dengan alokasi tahun ini sebesar 40.000 unit, dan SBUM dengan alokasi 278.000 unit.

Sementara realisasinya, Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Lana Winayanti mengatakan, hingga akhir tahun diharapkan serapan mencapai 50% dari alokasi. “Hingga akhir tahun, diperkirakan akan tersalur FLPP sebesar 21.000 unit, SSB sebesar 140.000 unit dan SBUM sebesar 160.000,” ujar Lana saat acara Outlook Pembiayaan Perumahan 2018.

Selain mengandalkan dua ketiga program ini, Dirjen Pembiayaan Perumahan juga akan menyelenggarakan beberapa skema baru seperti Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) dan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Terlepas itu, untuk meningkatkan layanan masyarakat, saat ini mitra Gojek digandeng Bank BTN dalam rangka menyediakan layanan on – demand berbasis aplikasi serta memperluas akses pembiayaan perumahan di sejumlah kota Indonesia. Kolaborasi layanan ini menjadi bagian dari program Swadaya dari GOJEK yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan para mitra GOJEK.

 

Mitra GOJEK bisa mendapatkan rumah yang bisa menjadi aset penting bagi mereka. (Foto: dok.inapex)

 

Senior Vice President (SVC) Public Policy and Goverment Relation GOJEK, Malikulkusno Utomo mengatakan, perluasan kerja sama ini sebagai bentuk komitmen kedua perusahaan untuk mensukseskan program keuangan inklusif dan mendukung program sejuta rumah yang diinisiasi Pemeritah Joko Widodo sejak tahun 2015.

“Program ini merupakan salah satu program manfaat yang ditawarkan GOJEK untuk mitranya. Para pekerja sektor informal seperti mitra kami ini sering dianggap tidak bankable, sehingga sering mengalami kesulitan dalam mendapatkan produk perbankan seperti pembiayaan rumah,” ujar Malilukkusno melalui konferensi pers di Hotel Santika Premier, Semarang, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Pihaknya berharap, dengan program ini, para mitra GOJEK bisa mendapatkan rumah yang bisa menjadi aset penting bagi mereka. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) III Bank BTN, Joni Prasetiyanto meyambut baik perluasan kolaborasi dengan GO-JEK.

Selain sejalan dengan misi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan inklusi keuangan, kerjasama ini sejalan dengan komitmen Bank BTN untuk menyukseskan program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah. Dia berharap dengan memberikan akses ke mitra GOJEK untuk produk KPR maka target dari pemerintah lebih cepat tercapai.

“Melalui BTN para mitra GOJEK dapat memiliki rumah dengan uang muka murah yang terjangkau, suku bunga rendah dan tetap dalam kurun waktu 20 tahun. Mereka juga bisa memanfaatkan KPR BTN Mikro untuk pekerja informal,” jelas Joni Prasetiyanto.

Sementara itu, untuk membantu mitra GOJEK mendapatkan rumah impian, BTN juga menggelar mini expo perumahan selama dua hari di Semarang. Dalam mini expo tersebut, mitra GOJEK bisa mendaftar program akses pembiayaan rumah sekaligus memilih rumah impian mereka. ”Perumahan untuk Mitra GOJEK di wilayah Semarang terdapat di Kaliwungu Kabupaten Kendal dan Mranggen Kabupaten Demak yang jumlahnya mencapai 1.000 unit,” sebutnya.