• Inapex

    Tahun 2018 Akan Ada Ribuan Pekerjaan Konstruksi di Indonesia

  • Oleh
  • Selasa, 03 Okt 2017
  • Tahun 2018 Akan Ada Ribuan Pekerjaan Konstruksi di Indonesia

    Ilustrasi (Foto: nabilawitsqa)

     

    JAKARTA, INAPEX.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera menjalankan lelang dini untuk 6.079 paket pekerjaan tahun 2018. Pagu anggaran untuk paket pekerjaan konstruksi senilai Rp.44,4 triliun.

    “Lelang dini akan dimulai sejak Oktober hingga November 2017. Dan pada akhir tahun sudah harus selesai,” tutur Sekjen Kementerian PUPR Anita Firmanti, Selasa (3/10).

    Menurut data Rencana Lelang Dini TA 2018 Status 27 September 2017 yang dikutip pers, pagu lelang tertinggi berada di Direktorat Jenderal Bina Marga senilai Rp.32,69 triliun untuk 3.293 paket pekerjaan.

    Posisi selanjutnya ditempati Direktorat Jenderal Cipta Karya sekitar Rp.9,1 triliun yang akan dipakai untuk 2.031 paket pekerjaan.

    Sementara pagu untuk Direktorat Jenderal Sumber Daya Air sebanyak Rp.2,2 triliun untuk 553 paket pekerjaan, dan Rp.148 miliar untuk Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) untuk 63 paket pekerjaan.

    Adapun, Direktorat Penyediaan Perumahan mendapatkan pagu Rp.62,4 miliar untuk 51 paket pekerjaan, dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia mendapatkan pagu sebesar Rp.56,7 miliar untuk 88 paket pekerjaan.

    Selain itu, pada kesempatan berbeda, Bank BTN akan mendorong pembiayaan untuk hunian di sekitaran kampus baik berupa apartemen maupun asrama.

    Direktur Utama Bank BTN Maryono menilai bahwa pembiayaan untuk pembangunan hunian di sekitar kampus adalah bagian dari kepedulian Bank BTN untuk pendidikan tidak hanya disebabkan lingkungan kampus juga menawarkan potensi bisnis yang besar.

    Baca Juga :
    DP Nol Persen Bisa Terwujud, Gubernur Jakarta Harus Bereskan 4 Hal Ini

    “Bukan sekadar membiayai, kami juga menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk mengembangkan hunian di kampus yang bebas narkoba. Dengan begitu orang tua juga bisa lebih nyaman meninggalkan anaknya untuk menempuh pendidikan,” imbuhnya di Jakarta, Senin (2/10).

    Maryono yang juga menjadi Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, mengatakan bahwa ia merasa berkepentingan untuk terus ikut memajukan dunia pendidikan di tanah air.

    Bank BTN sudah beberapa kali membiayai pembangunan hunian di sekitar kampus yang disebut Tower Mahasiswa atau asrama. Tiga bulan lalu Bank BTN membiayai pembangunan Tower Mahasiswa di Universitas Indonesia (UI). Di Undip pun akan mulai dibangun 16 Oktober 2017.

    Selain menggandeng BNN, Bank BTN juga bekerjasama dengan penerbit Gramedia supaya penghuni apartemen atau asrama mudah mengunduh ribuan literatur buku atau fasilitas lewat digital zone. Ada pula skema yang memungkinkan mahasiswa melihat jadwal kuliah cukup dengan mengaksesnya dari kamar masing-masing.

    “Perguruan tinggi ini potensi pasarnya juga sangat besar. Makanya kami sangat tertarik masuk  dan menyediakann layanan perbankan. Berbagai kreatifitas seperti ini kami harapkan bisa memecah hambatan program pembangunan perumahan, sehingga pembangunan hunian untuk masyarakat bisa dilakukan lebih cepat,” tuntas Maryono.