• Inapex

    Suku Dinas CKTRP Perketat Pengawasan Bangunan di Jakarta Pusat

  • Oleh
  • Selasa, 10 Okt 2017
  • Menteri BUMN Minta Perumnas Bangun Hunian Untuk Karyawan BUMN

    Ilustrasi (Foto: mediaindonesia)

     

    JAKARTA, INAPEX.co.id – Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) Jakarta Pusat perketat pengawasan bangunan di wilayahnya. Tak hanya itu, pemilik bangunan yang melanggar, akan mendapatkan sanksi sesuai aturan.

    Kasudin CKTRP Jakarta Pusat, Widodo Soepriatno mengatakan, pelanggaran berat menjadi prioritas dalam menertibkan bangunan, terutama rumah pribadi. Kategori pelanggarannya seperti garis badan bangunan, tidak adanya izin mendirikan bangunan (IMB) dan penambahan lantai.

    “Tiga kategori itu yang menjadi prioritas kita dalam menertibkan bangunan yang melanggar Peraturan Daerah (Perda) 1 tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi,” katanya, seperti dilansir beritajakarta, baru-baru ini.

    Pelanggaran bangunan melewati badan bangunan harus ditertibkan agar tidak menciptakan kesemrawutan tata letak bangunan. Misalkan bangunan tersebut tidak simetris garisnya dengan bangunan yang lain saat dibangun.

    Sementara itu, secara terpisah Dinas Perputakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI membuat terobosan baru dengan meluncurkan layanan informasi arsip Izin Mendirikan Bangunan (IMB) secara online.

    Melalui sistem ini, masyarakat cukup membuka portal e-arsip.jakarta.go.id. Selanjutnya, masyarakat bisa mengisi formulir permohonan melalui menu yang sudah tersedia.

    Sekretaris Dispusip DKI Jakarta, Hendy Setyawan menuturkan, berkas IMB yang sudah digitalisasi berjumlah 7.947. IMB tersebut berasal dari tahun 1942 hingga 2014.

    Baca Juga :
    Topping off Tower Balsa, Hunian Terpadu 37.000 Unit di Kawasan Hijau

    “Hanya perlu waktu satu jam bagi masyarakat untuk mengetahui arsip IMB. Sebelumnya, proses untuk mendapatkan kepastian arsip IMB diperlukan waktu tiga hari,” ujar Hendy, usai melakukan soft launching di Perpustakaan Umum Cikini, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Kamis (10/8).

    Menurutnya, di waktu mendatang pola serupa akan diterapkan untuk memudahkan pencarian arsip Akta Jual Beli dan keperluan arsip-arsip lainnya.

    “Nantinya, ketika sistem sudah berjalan akan ada perbaikan dan lompatan-lompatan,” tandasnya.