• Inapex

    Soal Perijinan IMB, Jawa Timur Terbaik

  • Oleh
  • Jumat, 24 Nov 2017
  • Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

     

    JAKARTA, INAPEX.co.id – Tingkat kemudahan berbisnis atau Ease of Doing Business (EDB) DKI Jakarta, ternyata kalah bila dibandingkan dengan Propinsi Jawa Timur. DKI Jakarta menurut hasil riset Asia Competitiveness Institute (ACI) tahun 2017, turun dua peringkat menempati peringkat ke empat jika di lihat dari data riset yang sama di tahun 2015.

    Hal ini di jelaskan Research Fellow sekaligus Deputy Director ACI, Mulya Amri, dalam paparannya di Jakarta, belum lama ini.

    “Propinsi Jawa Timur yang bersaing dengan 34 propinsi lain di Indonesia, berhasil naik kelas dari level ketiga menjadi peringkat pertama. Jakarta masih kurang kompetitif bila dibandingkan dengan provinsi lain yang mengalami banyak kemajuan,”kata Amri

    Riset ini, masih kata Amri, dilakukan pada medio April hingga September 2017. Ada tiga kriteria penilaian dalam riset, seperti attractiveness to investor, business friendliness, dan competitive policies.

    Riset ACI menunjukkan, dari sisi attractiveness to investor, peringkat Jakarta turun dari nomor 1 tahun 2015, menjadi ranking 3 tahun ini. Posisi pertama saat ini dipegang Jawa Barat yang sebelumnya di posisi kelima.

    Sementara itu, dari sisi business friendliness, posisi Jakarta juga merosot dari nomor 2 ke posisi 7. Sulawesi Tengah yang sebelumnya menempati posisi 11, justru kini bertengger di posisi pertama pada sisi ini.

    Baca Juga :
    Hentikan Alokasi Lahan untuk Mendongkrak Harga Properti, Ini Kebijakan BP

    “Jakarta hanya mengalami kenaikan dari sisi competitive policies saja. Dari kirteria ini DKI Jakartayang ditahun 2015 hanya menduduki  ranking 30, di tahun ini naik ke peringkat 19. Adapun posisi pertama dipegang Jawa Timur yang tetap konsisten seperti hasil survei sebelumnya,”rinci Mulya Amri.

    Secara terpisah, Direktur Eksekutif Jakarta Property Insitute, Wendy Heryanto, mengungkapkan  alasan mengapa ranking DKI Jakarta melorot. Hal ini karena lamanya proses perizinan bangunan. Hingga saat ini, belum ada inovasi yang sifnifikan terkait dengan proses perizinan di Jakarta.

    “Proses perizinan untuk bisa sampai mengantongi IMB pun bisa mencapai dua tahun,” kata Direktur Eksekutif Jakarta Property Insitute Wendy Heryanto.