Menteri PUPR Basuki Hadimuljono ketika menerima audensi dengan pengurus DPP REI. (Foto; PUPR)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Soal kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate, dinilai tak pengaruh pada konsumsi sektor properti Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Apalagi, sejumlah bahan baku yang dipergunakan untuk membangun rumah dikalangan MBR ini masih mudah diperoleh dari dalam negeri.

Penilaian itu juga disampaikan Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia Soelaeman Soemawinata, terkait kenaikan suku bunga BI Rate.

“Kalaupun ada yang menggunakan bahan baku impor, seperti besi dan baja, jumlahnya tidak akan terlalu signifikan. Jadi enggak ada pengaruh ke MBR,” ujar pemilik panggilan Kang Eman itu, di Jakarta, belum lama ini.

Kendati demikian, Kang Emang menambahkan, pengaruhnya justru terjadi pada layer ketiga seperti buruh.

Dikatakan, upah buruh akan mengalami sedikit peningkatan, meski tidak terlalu signifikan sehingga tak akan berpengaruh terhadap harga hunian.

Selain itu, Bank Sentral sebelumnya menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,5%.

Tapi disisi lain, rupiah saat ini juga tengah mengalami pelemahan nilai tukar terhadap dollar AS.

Meski bisa dipastikan kenaikan suku bunga dan pelemahan nilai tukar rupiah akan berdampak terhadap properti, namun hal itu baru dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kalau di properti kan enggak ada efek sekarang naik langsung besok pengaruh kan. Tunggu tiga bulan baru tahu polanya. Kalau sekarang kan tipikalnya masih bagus,” pungkas Kang Eman.