Setiap Minggunya Tikungan di Jalan Ini Selalu Terjadi Kecelakaan
Jalan Raya Malangbong Sering Terjadi Kecelakaan (Foto: daniprabowo)

 

BANDUNG, INAPEX.co.id – Setiap minggunya, tikungan di jalan ini selalu terjadi kecelakaan. Baru-baru ini, terlihat sebuah truk tengah membawa peti kemas terguling di ruas Jalan Raya Malangbong yang menghubungkan wilayah Kabupaten Tasikmalaya-Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Petugas bersama dengan bantuan warga saling membantu mengangkat truk yang hancur di bagian depannya itu.

Dua aparat kepolisian pun sibuk mengatur arus dengan sistem buka tutup karena padatnya arus lalu lintas. Pasalnya, jalan ini hanya mempunyai satu jalur dua lajur berlawanan.

Kemudian, proses evakuasi dengan memakai mobil crane, nyaris memakan dua jalur ke arah Tasikmalaya.

Abdul Gofur (45), warga Desa Cempaka, Kecamatan Malangbong, Garut, menuturkan bahwa kecelakaan lalu lintas ini terjadi pada Jumat (26/5) pagi. Namun, proses evakuasi baru dilangsungkan hari ini, Minggu (28/5) pagi.

Menurutnya, kasus kecelakaan di jalur Malangbong seperti ini sering terjadi. Kontur jalan yang berliku diduga sebagai penyebabnya.

“Kalau di sini sering terjadi kecelakaan. Tiga minggu lalu, motor tabrakan sama mobil, gara-gara mobilnya ditabrak sama bus dari belakang,” papar Abdul kepada pers.

Berdasarkan pantauan, jalur Malangbong berkontur naik turun karena terletak di kawasan dataran tinggi.

Selain itu, jalur ini juga mempunyai banyak tikungan tajam. Tidak hanya kendaraan roda empat dan roda dua milik pribadi, jalur ini juga sering dilewati kendaraan roda besar seperti truk dan bus antar kota antar provinsi AKAP.

Bus-bus sering terlihat memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi meski tengah berada di tikungan tajam sebab karena kondisi jalan yang mulus.

Kodisi sama juga terlihat di ruas jalur Limbangan, Garut, Jawa Barat. Bahkan, di sejumlah titik tak dilengkapi dengan marka jalan dan rambu penunjuk arah, seperti jalan naik turun, berkelok, atau tikungan tajam.

Nagrek-Bandung

Sementara itu, kondisi jalan relatif lebih lebar saat memasuki kawasan lingkar Nagrek menuju Bandung, sebab tengah menerapkan sistem satu arah.

Walaupun di sejumlah titik hanya ada dua lajur, tetapi mendekati pintu Tol Cileunyi malah jadi tiga lajur.

Kendaran pribadi maupun kendaraan besar terlihat bisa memacu kecepatan lebih lebih tinggi dibandingkan dua jalur sebelumnya.

Secara menyeluruh kondisi jalur tol Purbaleunyi relatif baik. Ruas jalan didominasi dengan tiga lajur baik tersebut yang menuju Bandung maupun arah sebaliknya.

Akan tetapi, di sejumlah titik mengalami penyempitan jalan jadi dua lajur di kedua arahnya.