• Inapex

    Saat Ibukota Macet, Generasi Millennial Pilih Tinggal di Apartemen

  • Oleh
  • Senin, 20 Nov 2017
  • Berapa Biaya Yang Dikeluarkan Saat Tinggal di Apartemen?

    Ilustrasi (Foto: dok.inapex)

     

    JAKARTA, INAPEX.co.id – Kejenuhan menghadapi kemacetan Jakarta menjadikan berubahnya pola bertempat tinggal profesioal muda yang lebih di kenal dengan istilah generasi millennial. Generasi millennial ini memang merupakan generasi usia produktif rentang 18 hingga 35 tahun. Mereka menginginkan pola hunian dan akomodasi yang praktis dan tidak mau bertele-tele.

    Hal inilah yang ditangkap para pengembang hunian vertical atau di sebut apartemen. Menurut Jeffry Yamin, Marketing Director Green Pramuka City, kemacetan yang belum teratasi di ibu kota mendorong masyarakat untuk mencari hunian yang berdekatan dengan tempat kerja mereka.

    “Bayangkan berapa waktu yang harus dihabiskan pengendara mobil di Jakarta akibat terjebak macet. Belum kerepotan lain akibat mencari parkir. Itu sebabnya hunian vertikal yang ada di pusat-pusat bisnis kini menjadi incaran,” tutur Jeffry Yamin.

    Selain itu, lanjut Jefrry, adanya fenomena dari generasi millennial yang cenderung menunda pembelian rumah tinggal dan lebih memilih tinggal di apartemen menjadi prioritas utama mayoritas pengembang apartemen di kota besar seperti Jakarta.

    “Selain kepraktisannya yang menjadi alasan, juga nilai jualnya yang terus merangkak naik. Sehingga keberadaan apartemen sudah dipastikan di tempat strategis, sehingga mendukung mobilitas generasi millennial yang tinggi. Bandingkan dengan perumahan dengan harga terjangkau ada di kawasan yang jauh dari pusat kota,” tuturnya.

    Baca Juga :
    Ini Cara Dekorasi Meja, Saat Menyambut Perayaan Natal

    Keberadaan sebuah apartemen, katanya, dibangun pada posisi sarana transportasi yang mudah dijangkau penghuninya. Seperti menggunakan kendaraan masal komuter seperti KRL, Transjakarta, maupun bus pengumpan (feeder), serta pembangunan infrastruktur pendukungnya di kantong-kantong aktivitas penting.

    Sejumlah fasilitas itu, ujar Jeffry, membuat generasi millennial lebih senang tinggal di pusat kota, tempat mereka bisa hidup dan kerja. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, konsep one stop living hunian vertikal yang modern sekaligus lengkap menjadi tuntutan para generasi millennial yang menuntut kemudahan dan kenyamanan sebuah kawasan hunian.

    “Tantangan bagi pengembang hunian vertikal tentu saja harus mampu memenuhi tuntutan generasi millennial yang akan menjadi pangsa pasar properti saat ini. Jika hal ini mampu dipenuhi maka pasar apartemen akan tetap seksi,” pungkasnya.