• Inapex

    Saat Bangun Rumah, Pengembang Harus Cermati Aspek Lingkungan

  • Oleh
  • Kamis, 30 Nov 2017
  • Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

     

    BANDUNG, INAPEX.co.id – Pengembang atau developer saat bangun rumah harus mampu mencermati aspek lingungan maupun aspek secara hukum.  Namun, tidak sedikit diketahui adanya developer yang suka mencari keuntungan dengan membelokkan fakta.

    Hal semacam inilah yang menjadi sorotan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Menurut pria yang akrab disapa Aher, kalau lingkungan sekitar menjadi rusak atau tercemar berat, maka itu artinya AMDAL dari bangunan tersebut sebenarnya tidak memadai dan tidak mendapat persetujuan.

    “AMDAL tanpa persetujuan merupakan pelanggaran hukum yang berat, belum lagi dampak yang ditimbulkan bagi lingkungan. Periksa juga kelengkapan surat dari bangunan yang akan dibangun, karena hal tersebut bisa menjadi hal yang sangat fatal,” kata Ahmad Heryawan, ketika membuka Musda REI Jabar.

    Dirinya menekankan tentang pentingnya para pengembang properti memperhatikan aspek lingkungan dalam setiap proyek yang dikembangkannya. Perumahan juga memberikan kontribusi dalam memperbaiki tata ruang perkotaan dan perdesaan, serta meningkatan kebahagiaan bagi penghuninya.

    Selain itu, Ahmad Heryawan menyarankan, saat pembangunan perumahan tersebut berlangsung, ada baiknya jika calon pemilik yang sudah membeli salah satu unit tersebut bisa melakukan inspeksi mendadak untuk mengetahui kualitas bahan bangunan yang digunakan, dan juga tentang amdalnya apakan sudah benar atau belum.

    Baca Juga :
    Pemkot Madiun Bangun Dua Menara Rusunawa MBR

    “Saya sepakat teman-teman pengusaha yang mengusahakan properti atau perumahan, baik perumahan bagi masyarakat umum maupun perumahan bagi yang berpenghasilan lebih tinggi itu betul-betul memperhatikan aspek lingkungan,” kata Ahmad Heryawan.

    Lanjut Ahmad Heryawan, Penataan perumahan lewat pengusahaan seperti ini akan lebih tertata dibandingkan dengan bila masyarakat membuat rumah masing-masing satu per satu. Dan kelihatannya semrawutnya perkotaan kita, semrawutnya perkampungan kita gara-gara perumahannya masing-masing dibuat tanpa perencanaan bersama.

    “Dan kalau sudah menjadi kawasan atau perumahan yang dikelola oleh teman-teman real estate, Insyaallah akan terpelihara. Jadi, saya memandang bahwa kehadiran real estate dan kehadiran perusahaan yang mengusahakan perumahan rakyat itu sangat penting adanya untuk membangun kebahagiaan. Karena dengan demikian akan terjadi lingkungan yang baik ketika ditata lewat perumahan-perumahan tersebut,” tambahnya.