Rusun Pondok Pesantren Al Falah. (Foto: PUPR)

MADIUN, INAPEX.co.id – Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meresmikan Rumah Susun Sewa untuk para santri di Pondok Pesantren Al Falah – Yayasan Pendidikan Islam Al Hikam di Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Pembangunan Rusun di pondok pesantren adalah salah satu upaya pemerintah untuk membentuk pusat-pusat pendidikan karakter bagi generasi muda khususnya para santri,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meresmikan Rusun Pondok Pesantren Al Falah Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al Hikam di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, baru-baru ini.

Tampak hadir dalam kegiatan peresmian Rusun tersebut antara lain Bupati Madiun H Muhtarom, Menhub Budi Karya Sumadi Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI P Estu Sadarestuwati, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid serta masyarakat serta ratusan santri Ponpes Al Falah Madiun.

Basuki menyatakan, pembangunan Rusun bagi para santri merupakan salah satu kebijakan langsung dari Presiden Joko Widodo.

Sedangkan Kementerian PUPR sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya berupaya membangun sarana dan prasarana pendukungnya baik melalui pembangunan Rusun maupun ketersediaan air bersihnya.

Rusun tersebut berada di Desa Geger Kecamatan Geger Kabupaten Madiun. Pembangunannya dilaksanakan oleh Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Timur Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR.

Tujuan pembangun Rusun ini adalah untuk menyediakan hunian yang kayak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terutama di kawasan perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan dan harga lahan yang relatif mahal. Adapun yang dimaksud MBR antara lain masyarakat umum, PNS, TNI/ Polri dan para santri.

Sedangkan tujuan khusus dari Pembangunan Rumah Susun bagi para santri ini adalah untuk meningkatkan jumlah sumber daya manusia yang berkarakter dan berakhlak mulia dengan pola pembinaan yang lebih intensif dan efektif melalui pemanfaatan bangunan rumah susun sebagai tempat tinggal yang lebih layak sekaligus tempat pendidikan moral/ karakter.

Berdasarkan data yang ada, Rusun yang diperuntukkan bagi para santri tersebut dibangun satu tower block dengan tipologi Pondok Pesantren ini memiliki ketinggian sekitar setinggi tiga lantai. Jumlah unit huniannya ada 12 bangsal dan ukuran luas bangunan 14,925 meter x 37,5 meter dan berada di atas lahan 495 meter. Diperkirakan Rusun ini dapat menampung 216 orang santri.

Nilai kontrak untuk pembangunan Rusun ini adalah Rp 7, 073 Milyar dengan waktu pelaksanaan 275 hari kerja. Untuk memberikan kenyamanan bagi para santri, Kementerian PUPR pun telah menyediakan meubelair sejumlah 216 unit yang terdiri dari tempat tidur tingkat dan lemari pakaian masing-masing sejumlah 108 unit, dan kasur busa 216 unit.

Menurut salah seorang santriwati, Novi (15 tahun) mengungkapkan, dirinya bersama teman-temannya sangat senang dapat tinggal di Rusunawa ini. Dirinya yang kini duduk di kelas IX YPI Al Hikam pun merasa nyaman dan lebih bersemangat dalam belajar. “Rusunnya bagus pak. maturnuwun Pak Menteri dan Pak Presiden,” ujarnya.