Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

JAKARTA, INAPEX.co.id – Kendati rupiah anjlok, namun kondisi tersebut tak berdampak buruk bagi pelaku bisnis properti.

Lalu, bagaimana kata pengembang? “Buat kami, pengembang properti, yang penting adalah stabilitas politik. Karena bisnis properti merupakan investasi yang membutuhkan dana besar. Rupiah anjlok itu hanya temporer,” begini kata Chairman Vasanta Group Tri Ramadi, menanggapi kondisi aktual bisnis properti di Jakarta, baru-baru ini.

Lebih lanjut dikatakan Tri Ramadi, sebagai pelaku bisnis properti harus memiliki keyakinan terkait kondisi politik 2018 – 2019 bakal berlangsung sukses. Apalagi, masyarakat Indonesia sudah melek dan semakin dewasa terkait mengambil sikap.

Kemudian melemahnya Rupiah, merupakan bentuk ketidakpastian yang dinilai masih terbilang lumrah dalam dunia bisnis.

Ketidakpastian currency ini tak hanya terjadi di Indonesia, juga di Eropa, dan Amerika. Atas dasar itu, masih dikatakan Tri Ramadi, berani memprediksi pasca Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun depan adalah kebangkitan bisnis properti.

“Faktor penting lainnya juga adalah proyek infrastruktur yang pada 2019 sebagian besar sudah beroperasi. Ini akan sangat berdampak positif dan menguntungkan buat pengembang,” katanya.

Secara terpisah, penilaian senada juga dikatakan begawan properti Nasional, Ciputra. Menurutnya, saat ini kondisi bisnis properti sedang berada pada pukul 05.00 WIB pagi.

“Itu artinya sebentar lagi mentari menyingsing, dan akan cerah. Tahun depan akan membaik. Meskipun ada hajatan besar, Pilpres 2019, kalau hanya berdebat saja, dalam arti tidak ada kejadian luar biasa, tidak akan ada pengaruhnya terhadap properti,” ujar Ciputra.

Menurut pendiri sekaligus pemilik imperium bisnis Ciputra Group ini, Indonesia sudah mengalami krisis berkali-kali, namun mampu bangkit kembali.

Tahun 1998 krisis multidimensi, tapi kemudian bisa bangkit lagi. Berikutnya 2008 krisis finansial globl, dan sekali lagi kita bisa pulih, bahkan terjadi ledakan properti pada 2012.

“Tahun ini juga bisa disebut krisis, tantangan berat dan Rupiah anjlok. Namun tanda-tanda bangkit justru jelas terlihat, yakni meningkatnya penjualan,” papar Ciputra.