Bantuan bedah rumah (Foto: PUPR)
Bantuan bedah rumah (Foto: PUPR)

KUNINGAN, INAPEX.co.id, – Ratusan masyarakat di Kabupaten Kuningan dapat bantuan bedah rumah melalui program bantuan stimulant perumahan swadaya (BSPS) Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Bantuan terhadap 598 unit rumah tersebut, merupakan upaya pemerintah untuk mengurangi jumlah rumah tidak layak huni (RTLH) disejumlah daerah.

Bupati Kuningan Acep Purnama membenarkan, bantuan ratusan unit rumah itu tersebar di empat desa. Diantaranya terdiri dari Desa Citenjo (157 unit), Desa Sukamaju (164 unit), Desa Bantar Panjang (117 unit), Desa Cipondoh (160 unit).

“Kami berterimakasih atas bantuan bedah rumah dari Kementerian PUPR. Bantuan ini sangat memberikan manfaat bagi warga kami,” ungkap Acep Purnama saat dihubungi INAPEX.co.id, ketika melakukan peninjauan lapangan ke lokasi Program BSPS mendampingi Direktur Rumah Swadaya Ditjken Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Johny Fajar Sofyan Subrata, Senin (10/10).

Menurutnya, program BSPS, diharapkan mampu mengembalikan semangat gotong royong warga untuk saling membantu dalam membangun rumah, khususnya rumah yang tidak layak huni. Untuk mendukung program tersebut, pemerintah Kabupaten Kuningan juga mengalokasikan dana melalui APBD dalam program pengentasan rumah tidak layak huni.

“Tahun ini anggarannya sekitar Rp 2 milyar dimana per unit rumah yang tidak layak memperoleh bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kuningan sebesar Rp 4 juta,” terangnya.

Berdasarkan data dimilikinya, jumlah RTLH di Kabupaten Kuningan jumlahnya sekitar 14.000 unit. Dari angka tersebut sekitar 6.000 unit sudah ditangani dengan program bedah rumah dan sisanya sekitar 8.000 rumah sedang diusulkan mendapatkan bantuan serupa.

“Untuk RTLH di Kecamatan Cibingbin jumlahnya sebanyak 2.302 unit rumah. Dan kami akan mengusulkan kepada Kementerian PUPR untuk mendapatkan bantuan bedah rumah secara bertahap,” katanya.

Dalam pembangunan rumah swadaya tersebut, imbuh Acep, kebanyakan warga melaksanakannya secara bergotong rotong. Bantuan dari sanak keluarga dan tetangga pun kadang mengalir cukup banyak sehingga dari angka bantuan sekitar Rp 15 juta dari pemerintah pusat, ternyata hasil pembangunnya bisa mencapai total biaya di atas Rp 50 juta.

“Semangat gotong royong inilah yang kami inginkan sehingga warga saling membantu satu dengan lainnya jika melihat rumah tetangganya kurang layak,” harapnya.

Direktur Rumah Swadaya Johny Fajar Sofyan Subrata menyatakan program BSPS dilaksanakan tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Untuk itu pihaknya terus mendorong adanya peran aktif dari masyarakat dan pemerintah daerah untuk mendukung kelancaran pelaksanaan program tersebut di lapangan.

“Tahun ini kami menargetkan sekitar 95.000 rumah dapat memperoleh BSPS ini yang terdiri dari 94.000 peningkatan kualitas rumah dan 1.000 pembangunan rumah baru. Kami juga terus menjalin kerjasama dengan Kementerian Sosial agar data yang diperoleh sesuai dan bantuan yang disalurkan tepat sasaran,” katanya.