Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA,INAPEX.co.id – Pemerintah terus berupaya mengurangi kekurangan suplai rumah (backlog) yang telah mencapai 15 ribu unit. Salah satunya, menargetkan pembangunan satu juta unit rumah pada tahun ini. Target tersebut lebih besar daripada kebutuhan 800 ribu unit rumah Pertahun.

Menteri Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengakui, target pembangunan perumahan tahun 2017 cukup tinggi untuk meminimalkan ketertingalan. Oleh karenanya, diperlukan kerjasama dengan berbagai pihak, seperti badan penyelenggara jaminan kesehatan (BPJS), Perbankan, dan kementerian lain.

Basuki mengungkapkan, saat ini sumber dana yang tersedia dari APBN adalah Rp 8,3 triliun, dana sebesar itu hanya mampu untuk membangun 311.000 unit rumah.

Maka dirinya meminta pihak terkait membantu mewujudkan target tersebut. “Dana APBN akan dipakai untuk pembangunan rumah susun (rusun), rumah khusus tapak, dan rehabilitasi rumah tidak layak huni’ tambahnya.

Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk, dalam menyikapi kebijakan program pemerintah pusat, langsung cepat dan tanggap. Direktur Utama BTN, Maryono menuturkan, hingga Oktober 2017, sebagai wujud komitmen tersebut, BTN telah merealisasikan sebanyak 75,32% dari target penyaluran kredit dalam rangka Program Satu Juta Rumah.

“Selain terus menggelar kemitraan, Bank BTN juga menggelar berbagai langkah strategis dalam rangka mendukung Program Satu Juta Rumah. Di antaranya, BTN melakukan berbagai relaksasi ketentuan kredit baik KPR maupun kredit konstruksi,”papar Maryono.

Dalam hal ini, lanjut Maryono, Bank BTN juga tetap mengutamakan risk management dalam rangka mengimplementasikan good corporate governance (GCG). Sepanjang tahun 2017, BTN menyalurkan kredit perumahan untuk 666.000 unit rumah dalam rangka mendukung Program Satu Juta Rumah.

“Rincian yakni penyaluran pinjaman untuk jenis rumah subsidi sebanyak 504.122 unit rumah. Kemudian, penyaluran pembiayaan untuk jenis rumah non-subsidi ditargetkan sebanyak 161.878 unit rumah. Hingga Oktober 2017, perseroan telah merealisasikan penyaluran kredit untuk 501.626 unit rumah atau setara 75,32%. Jumlah unit tersebut setara penyaluran kredit senilai Rp55,7 triliun,”jelas Maryono.

Lanjut Maryono, untuk rumah bersubsidi, Bank BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk sekitar 346.925 unit rumah atau setara Rp24,86 triliun. Untuk jenis rumah non-subsidi, perseroan telah menyalurkan pembiayaan untuk 154.702 unit rumah atau sekitar Rp30,84 triliun per Oktober 2017.

Dijelaskan Maryono, Bank BTN juga berencana akan menggelar akad KPR secara serentak sebanyak 2.002 unit rumah di Jember. Jumlah ini naik dari jumlah akad serentak tahun sebelumnya sejumlah 1.001 unit yang meraih rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

“Jumlah akad serentak pada tahun lalu, kami lipat gandakan dua kali lipat pada tahun ini menjadi 2.002 unit rumah. Tujuannya, kami ingin agar wilayah Jember dapat berkembang sesuai potensi yang ada sehingga dapat berdampak pada perbaikan ekonomi masyarakat Jember,” tuturnya.