• Inapex

    PUPR Terus Benahi Konektivitas Raja Ampat

  • Oleh
  • Senin, 05 Sep 2016
  • PUPR Terus Benahi Konektivitas Raja Ampat

    Jalan Lingkar Raja Ampat

    JAKARTA, News.RumahRei.Com, – Pembangunan infrastruktur di Papua Barat terus dipercepat. Teranyar merupakan penyelesaian Jalan Lingkar Raja Ampat yang dirancang sepanjang 342 kilometer.

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menuturkan bahwa Jalan Lingkar Raja Ampat dibangun untuk membuat konektivitas dengan kawasan wisata di sekitarnya.

    “Pembangunan jalan ini akan ditingkatkan secara bertahap,” jelas Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima pers, Minggu (4/9).

    Dari total 342 kilometer dalam perencanaan, sepanjang 152 kilometer telah dibangun, dan sekitar 30 kilometer telah diaspal.

    Tidak hanya membangun Jalan Lingkar Raja Ampat, pembenahan juga dikerjakan pada Pelabuhan Waisai.

    Basuki menilai bahwa pembenahan pelabuhan patut dikerjakan supaya tercipta pintu masuk atau entrance ke daerah kawasan destinasi wisata dengan taraf internasional.

    Seperti yang diketahui, destinasi wisata di Kabupaten Raja Ampat jadi salah satu dari 10 destinasi wisata nasional yang merupakan fokus pembangunan Kementerian PUPR.

    Salah satu destinasinya yang sedang dibenahi yakni Pianemo. Penataan termasuk pembenahan toilet, tempat dagang penjual sovenir, dan kios untuk pedagang yang menjual hasil kerajinan masyarakat setempat.

    Akan tetapi, sampai saat ini pekerjaan infrastruktur pendukung destinasi wisata ini tidak selesai-selesai.

    Padahal dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang telah terserap sebanyak Rp314 miliar.

    Dengan sistem pendanaan single year, berarti dana yang telah habis tiap tahun sebanyak Rp62,8 miliar.

    Oleh sebab itu, Basuki menjelaskan bahwa Jalan Lingkar Raja Ampat akan dikebut dan ditingkatkan lagi.

    “Pembangunan jalan ini akan ditingkatkan secara bertahap,” imbuh Basuki.

    Sebelumnya, saat kunjungan kerja ke Papua Barat, Basuki serta rombongan berkesempatan memantau pembangunan 50 unit rumah khusus (rusus) di Distrik Teluk Mayalibit, Kampung Warsambin Kabupaten Raja Ampat.

    Rusus tersebut diberikan secara cuma-cuma untuk masyarakat miskin yakni nelayan, tukang batu, dan petani yang dikembangkan oleh PT Talago Raya dengan dana APBN tahun 2016 sebesar Rp 9,6 miliar.

    Tidak hanya di Kampung Warsambin, di Kampung Waiman, Distrik Batanta Selatan, Kabupaten Raja Ampat juga dibangun  rumah lainnya sebanyak 50 unit. Targetnya pembangunan rumah khusus ini bisa rampung pada November tahun ini.