Rumah Khusus untuk nelayan. (Foto: pupr)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Puluhan unit rumah khusus di Desa Sumber Jaya, Kampung Melayu, Bengkulu yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai dihuni warga nelayan.

“Rumah khusus ini dibangun khusus untuk nelayan jumlahnya 52 unit, dengan tipe 36m2” jelas Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan, Syarif Burhanuddin, ketika ditemui disela-sela peninjauan dilokasi, belum lama ini.

Rumah khusus yang dibangun sejal April 2016 tersebut menggunakan anggaran sebesar Rp 7,6 miliar melalui APBN, sedangkan lahan disediakan oleh Pemerintah Kota Bengkulu. Untuk penghunian saat ini belum ditentukan apakah dengan sistem sewa atau lainnya, namun saat ini nelayan dipersilahkan untuk menghuni.

Rumah khusus merupakan salah satu program penyediaan perumahan berupa rumah tapak oleh Kementerian PUPR bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang dengan kebutuhan khusus seperti masyarkat daerah terpencil, daerah perbatasan Negara, pulau-pulau terluar, bagi korban bencana alam dan bagi para nelayan.

“Hasil dari kunjungan ini saya lihat sudah sesuai peruntukannya yaitu masyarakat mempunyai penghasilan dibawah 2,4 juta. Dan salah satu penghuni yang saya tanya, pendapatannya kurang lebih 1,5 juta. Jadi mereka ini memang sasaran program rumah khusus” tambah Syarif.

Rumah khusus ini juga telah dilengkapi dengan fasilitas air, listrik dan fasilitas PSU pendukungnya. Sumi, salah seorang penerima rumah khusus menyatakan bahwa sebelumnya dia tinggal di rumah kontrakan yang beban sewa, listrik dan airnya lebih mahal dari rumah khusus yang sudah mulai dihuni.

Dalam kunjungan yang didampingi Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bengkulu tersebut, Dirjen berharap Pemda dapat mengatur sehingga tidak menjadi kumuh, tidak diperjual belikan, disewakan kepada orang lain dan tetap dijaga.

Syarif juga berharap Pemda dapat melakukan penghijauan dan membuat taman bermain untuk anak-anak sehingga lingkungan menjadi lebih nyaman dan tidak gersang.

Sementara itu, secara terpisah Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan juga meresmikan hunian rusun bagi Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Bengkulu.

Peresmian diawali upacara Hardiknas yang dihadiri perwakilan siswa SMP dan SMA Negeri, SKPD Pemerintah Kota Bengkulu, TNI dan POLRI Kota Bengkulu dan dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan dari para siswa.

Sebuah tower rusunawa setinggi empat lantai yang dinamakan Asrama Putri Siti Walidah I telah berdiri disamping Kampus IV Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Jl H. Adam Malik, Sido Mulyo.

“Nama Gedung rusunawa ini kami ambil dari nama istri KH Ahmad Dahlan, yaitu Siti Walidah. Untuk sementara Rusunawa yang dibangun hanya untuk putri. Kami juga telah menyiapkan lahan untuk rusunawa baru bagi para mahasiswa putra” ungkap Rektor UMB, Ahmad Dasan.
Rektor berharap dengan dihuninya rusun ini, mahasiswa dapat meningkatkan skill ibadah yang baik, akidah serta bahasa yang baik.

Rusun dengan total luas bangunan 1243.2 m2 tersebut terdiri dari 90 unit dengan luas masing-masing 6mx4m dan mampu menampung hingga 180 mahasiswi. Kontrak fisik pembangunan rusun adalah senilai 17,9 M dan meubelair senilai 1.4 M.

“Rusun ini terdiri dari 90 unit. 2 unit di lantai dasar kami siapkan untuk para difabel” pungkas Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan, Syarif Burhanuddin.