Dirut Bank BTN Maryono dan Ketua DPD REI DKI Amran Nukman saat meninjau booth pameran Indoneisa Properti Expo 2017. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Gencarnya pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) yang dibarengi dengan pengembangan hunian berbasis Transit Oriented Development TOD) sebagai pelengkap infrastruktur. Namun, sayangnya hampir semua pengerjaan proyek infrastruktur dan hunian tersebut hanya digarap oleh perusahaan plat merah atau BUMN.

Ketua DPD REI DKI Jakarta Amran Nukman, mulai angkat bicara. Pria yang sudah menjabat selama dua periode hingga sekarang ini berharap pembangunan sejumlah hunian TOD yang dalam beberapa waktu terakhir ini diluncurkan, dapat melibatkan pihak pengembang swasta.

Pasalnya, pengembang swasta nasional juga memiliki kemampuan untuk terlibat dalam pengembangan proyek hunian strategis tersebut.

“Dengan keterlibatan pengembang swasta nasional, maka bisa mendorong percepatan pengadaan hunian bagi masyarakat yang saat ini memang menjadi salah satu program nasional. Pengembang swasta selama ini sudah menunjukkan kemampuan dan komitmen membantu pemerintah dalam membangun hunian bagi MBR,” ujar Amran, belum lama ini.

Menurut Amran, jika pemerintah pusat sudah mempercayakan pembangunan infrastruktur sepenuhnya kepada BUMN maka pola itu jangan lagi dipakai untuk mengembangkan proyek hunian di stasiun – stasiun Kereta Api. Ada baiknya, melibatkan pengembang swasta nasional tapi bukan pengembang swasta asing.

Sementara itu, data dari Kementerian BUMN menyebutkan, telah menyiapkan sebanyak 210.000 unit rumah susun di 74 stasiun kereta api Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi yang merupakan hunian konsep TOD.

Melihat hal ini, Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Eddy Kuntadi menyatakan, Perlu dilakukannya pembagian pengerjaan infrastruktur dan proyek hunian TOD. Untuk menggerakan ekonomi Jakarta yang juga sekaligus pemerataan ekonomi, perlu adanya sinergi antara BUMN-Swasta Nasional, sesuai dengan Rekomendasi pada Rakornas 2017.

“Dengan sinergi, akan membuat sirkulasi ekonomi menjadi merata ke dunia swasta dan masyarakat umum. Kadin sebagai wadah dunia usaha sangat konsern untuk menggerakan ekonomi Jakarta, termasuk menggerakan kegiatan usaha UMKM di Jakarta. Jadi, dalam pembangunan ekonomi semestinya tidak hanya untuk BUMN saja, tapi juga menetes sampai UMKM,” tegas Eddy Kuntadi.