• Inapex

    Promo Khusus Ini Cuma Berlangsung 1 Bulan, Bunga KPR 4,1 Persen

  • Oleh
  • Selasa, 05 Des 2017
  • Jangan Ragu Pilih KPR, Cara Pembayaran Terbaik Membeli Hunian

    Ilustrasi (Foto: dok.inapex)

     

    JAKARTA, INAPEX.co.id – Promo khusus ini cuma berlangsung selam 1 bulan saja, PT. Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk memberikan promo khusus bunga 4,1 persen. Promo khusus tak hanya pemberian suku bunga rendah itu, dalam rangka memperingati Hari Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ke 41 BTN juga membebaskan biaya provisi, administrasi, dan appraisal.

    Promo lain yang ditawarkan adalah diskon asuransi jiwa 10 persen dan voucher belanja. “Ini program khusus, justru kita banting sedemikian rupa sampai 4,1 persen luar biasa,” ujar Managing Director Network and Distribution Budi Satria di Stasiun Jakarta Kota, baru-baru ini.

    Lebih lanjut dikatakan Budi Satria, ini merupakan suku bunga paling kecil dan menarik yang pernah ditawarkan BTN. Dibandingkan dengan biasanya, suku bunga BTN berkisar 7-9 persen. Itu pun, jika BTN ada kerja sama dengan pengembang terkait. “Setelah sebulan, bunga akan kembali normal. Saya rasa bunga 4,1 persen tidak pernah,” ujar Budi Satria.

    Masyarakat bisa mengakses promo ini di booth BTN di berbagai lokasi strategis seperti pusat perbelanjaan, stasiun kereta, perkantoran, hingga perumahan. Mitra BUMN yang dipilih dalam gelaran parade KPR di Menara Multimedia-Telkom antara lain, Angkasa Pura 2, Kementerian Perhubungan, Pupuk lndonesia, Telkom Bandung dan Kantor Pos Bandung.

    Sedangkan stasiun kereta api yang dipilih menjadi tempat kampanye parade KPR adalah stasiun Jakarta Kota, Tanah Abang, Juanda, Manggarai, Depok Baru, Tangerang, Sudimara, dan Bandung.

    “Kami juga akan melakukan kampanye parade KPR dengan membuka booth diberbagai kawasan perumahan seperti Vila Dago Pamulang, Southcity, Bukit Golf Cibubur, Harapan indah, dan Grand Depok City,” pungkas Budi Satria.

    Baca Juga :
    Rumah Anda Bisa Keren Seperti Yang Ada di Majalah

    Sementara itu, Rasio KPR Indonesia ternyata urutan terendah di dunia yang hanya sebesar 2,85 persen. Di kawasan regional ASEAN saja, angka ini relatif rendah, apalagi dibandingkan negara maju di dunia.

    Direktur PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Heliantopo mengakui, rasio KPR di Indonesia memang paling bawah di dunia. Apalagi, di ASEAN, Indonesia terbuncit, dan dikalahkan oleh Malaysia yang menembus angka 38,8 persen.

    Kemudian, Amerika Serikat mencatat rasio KPR-nya paling tinggi yakni 77 persen. “Jadi rasio KPR di Indonesia hanya 2,85 persen, kalah dengan Malaysia 38,8 persen. Amerika yang tertinggi rasio KPR-nya 77 persen. Jadi rata-rata di luar negeri, masyarakatnya sudah memiliki rumah. Kita di Indonesia, masyarakatnya masih banyak yang belum punya rumah,” kata Heliantopo dalam acara sosialisasi dan edukasi SMF dan percepatan program Satu Juta Rumah di Indonesia di Hotel Artama, di Makassar, belum lama ini.

    Heliantopo menilai, rasio KPR di Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sangat kecil sehingga kedalaman pasar KPR masih dangkal. Oleh sebab itu, pasar perumahan yang memiliki efek berantai terhadap ekonomi nasional, perlu dimonitor. “Makanya, SMF terus berupaya menumbuhkan rasio KPR di Indonesia. Apalagi, program pemerintah satu juta rumah ini masih berjalan. Nah ini, harus dipercepat, karena ini program bagus dan paling diminati masyarakat,” ujarnya.