• Inapex

    Program Rumah DP Nol Rupiah, Prioritaskan Konsep Rusunami

  • Oleh
  • Selasa, 05 Des 2017
  • Ilustrasi Apartemen. (Foto: dok.inapex)

     

    JAKARTA, INAPEX.co.id – Janji pasangan Gubernur DKI Jakarta, Anis – Sandy mewujudkan pembangunan rumah hunian DP nol semasa kampanye akan segera direalisasikan diawal tahun 2018. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta, Agustino Dharmawan, membenarkan target pembangunan rumah DP nol rupiah ini nantinya akan lebih memprioritaskan konsep rumah susun sederhana milik (Rusunami), mengingat keterbatasan lahan di ibukota.

    “Kami targetkan, tahun depan Program Rumah DP Nol Rupiah sudah bisa dimulai. Akhir Desember 2017 juga kalau bisa sudah ada yang launching,” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI, Agustino Dharmawan, di Jakarta, belum lama ini.

    Rencananya, dia menuturkan, hunian dengan konsep rusunami tersebut akan dibangun di daerah Pulogadung, Jakarta Timur (Jaktim). Hunian itu, nantinya akan memiliki empat tower. Selain itu, rumah DP Nol Rupiah itu juga akan dibangun di wilayah-wilayah lain, di antaranya di Pondok Kelapa yang akan dibangun oleh PD Pembangunan Sarana Jaya dan di Yos Sudarso yang akan dibangun oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

    “Untuk pembangunannya, kami akan melibatkan beberapa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Jadi, bukan hanya Pemprov DKI sendiri yang mengerjakannya. Namun kami belum bisa memastikan berapa jumlah sekaligus luas tiap unit yang akan dibangun. Pelaksanaan program itu, secara rinci, masih dalam proses perencanaan, terutama untuk masing-masing unitnya,” ungkap Agustino.

    Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengatakan, rencana penyediaan rumah dengan uang muka (down payment/DP) nol rupiah sudah bisa diumumkan ke publik. Terutama, lahan yang akan dibeli untuk pembangunan rumah DP nol rupiah sudah tersedia.

    Ditargetkan, awal tahun 2018 sudah bisa dilakukan pemancangan tiang pertama (groundbreaking) pembangunan rumah DP nol rupiah di atas lahan yang berada di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur (Jaktim).

    “Akhirnya, kami bisa umumkan karena lahan sudah dikuasai oleh PD Pembangunan Sarana Jaya. Rencananya, setelah izin kelar mulai dilakukan pembangunan. Targetnya awal tahun 2018, mereka bisa groundbreaking,” kata Sandiaga di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (22/11).

    Baca Juga :
    Beli Rumah Seharga Mobil, Bikin Bingung Pasangan Muda

    Sandiaga mengaku senang karena PD Pembangunan Sarana Jaya dapat merealisasikan janji kampanye Anies-Sandi untuk menyediakan perumahan dengan DP nol rupiah.

    “Saya senang dapat presentasi dari Pak Dirut. Pak Pinontoan (Dirut PD Pembangunan Sarana Jaya) mengatakan, begitu PMD dicabut, dia tiba-tiba sangat fleksibel dan inovatif. Saya tanya berapa utangnya? Nol. Tidak punya utang sama sekali. Berarti sebuah usaha yang enggak ada pinjaman, balance sheet-nya sangat sehat,” jelasnya.

    Ternyata, PD Pembangunan Sarana Jaya memiliki aset tanah yang tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta. Bahkan memiliki properti yang sudah beroperasi dengan sistem kerja sama BOT (Build, Operate and Transfer) dan BTO (Build, Transfer, Operate).

    “Terus saya bilang waktu itu, kalau PMD dikasih mau buat apa? Mereka bilang buat beli tanah lagi. Padahal masih banyak tanah yang belum dikelola efektif. Jadi hari ini mereka bisa langsung muncul inovasi rumah DP nol rupiah dan langsung bisa kita fokuskan,” terangnya.

    Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya, Yoory C Pinontoan, membenarkan bahwa rumah dengan DP nol rupiah akan dibangun di kawasan Pondok Kelapa pada awal tahun 2018. Untuk tahap pertama, lanjut dia,  akan dibangun dua tower dengan jumlah hunian sebanyak 700 unit diatas lahan 1,3 hektare (ha). “Mudah-mudahan pilot project pertama di Pondok Kelapa sudah bisa dilakukan pada awal tahun depan,” kata Yoory.

    Rumah dengan DP nol rupiah, lanjutnya, akan dibangun secara vertikal, seperti apartemen. Rumah itu tidak bisa dibangun dengan rumah tapak karena keterbatasan lahan di Ibu Kota. Proyek ini akan dibangun dengan menggunakan anggaran internal perusahaannya. Namun, Yoory belum bisa memastikan nilai investasi yang diperlukan untuk membangun rumah DP nol rupiah tersebut.