• Inapex

    Primadona, Lahirkan Potensi Bisnis Baru di Kawasan Prioritas MRT Jakarta

  • Oleh
  • Senin, 04 Des 2017
  • Illustrasi Pembangunan MRT

    Illustrasi Pembangunan MRT (foto : jakartamrt)

     

    JAKARTA, INAPEX.co.id – Tak hanya mampu melahirkan potensi bisnis baru di kawasan prioritas transportasi Mass Rapid Transit (MRT), namun konsep ini juga akan menjadikan ibukota sebagai primadona. Selain itu, terus berkembangnya dikawasan stasiun MRT Jakarta apalagi telah dibangun 13 stasiun fase pertama sepanjang Lebak Bulus-Bundaran HI juga mendapat sambutan antusias bagi masyarakat.

    Selain itu, konsep Transit Oriented Development (TOD), diharapkan konektivitas antar moda transportasi dapat menunjang ekonomi yang lebih besar dengan hadirnya pusat perkantoran, hotel, hingga berbagai jenis hunian murah dan modern dalam satu area.

    Direktur Utama PT MRT Jakarta, William P. Sabandar membenarkan, rencana pengembangan TOD dilakukan di dua stasiun MRT, yaitu Stasiun MRT Dukuh Atas dan Stasiun MRT Lebak Bulus. “Coba kita lihat model di Hong Kong ada integrasi antara kereta dan properti, karena di setiap jalur kereta, setiap ada investasi transportasi terjadi kenaikan ekonomi di kawasan sekitar situ,” ujar William dalam Forum Jurnalis dan Blogger MRT Jakarta di D.Lab by SMDV, Jakarta Pusat, belum lama ini.

    Dengan demikian, lanjut William, pengguna MRT Jakarta nantinya lebih nyaman dalam menggunakan moda transportasi modern tersebut dengan adanya hunian dekat stasiun MRT Jakarta. Tak hanya hunian bagi masyarakat mampu, MRT Jakarta juga membuat perencanaan pembangunan hunian murah yang terintegrasi dengan stasiun. “Di sini bangun office, hotel, bangun rumah murah untuk masyarakat, kemudian residensial. Bukan hanya untuk orang-orang pendapatan ekonomi ke atas, juga rumah murah,” tutur William.

    Baca Juga :
    Lokasi di BSD Sky House, Pengembang Ini Bangun Proyek 12 Tower Apartemen

    Hingga saat ini, pihaknya akan membuat perencanaan alias masterplan pengembangan TOD di 13 stasiun MRT Jakarta sepanjang Lebak Bulus sampai Bundaran HI. Pengembangan TOD ini nantinya diberikan kepada pihak yang berminat untuk melakukan pengembangan kawasan di sekitar stasiun MRT Jakarta.

    Seperti diketahui sebelumnya, rencananya bisnis baru tersebut diantaranya bakal dibangun Apartemen diatas Kantor PT MRT di Lebak Bulus Jakarta Selatan. Untuk mewujudkan itu, pengembang sarana transportasi tersebut bakal menggandeng PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

    William Sabandar membenarkan, tentang rencananya itu. Bangunan apartemen tersebut dipastikan akan dikembangkan diatas lahan seluas 1.000 meter persegi. “Jadi tadi disepakati untuk membangun kantor MRT di kawasan Depo Lebak Bulus. Nantinya kantor MRT akan butuh sekitar tujuh lantai. Atasnya nanti bisa dikerjasamakan dan dibisniskan dengan membangun apartemen,” ucap William, usai mengikuti rapat pimpinan (rapim) di Balai Kota DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.

    William menambahkan, proyek ini ditargetkan rampung pada Maret 2019. Saat ini, pihaknya fokus menyelesaikan pembangunan depo MRT terlebih dahulu. “Kita berharap konstruksi selesai dulu. Begitu nanti pembangunan depo MRT selesai, kita baru proses pembangunan apartemennya supaya tidak terganggu,” kata William.