Presiden RI Joko Widodo. (Foto: setkab)
Presiden RI Joko Widodo. (Foto: setkab)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Dalam kunjungan kerja di Papua dan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, dijadwalkan meresmikan  Bandara Miangas, Kepulauan Talaud dan Terminal Penumpang Bandara Tanjung Api, Tojo Una-Una dan Terminal Penumpang Bandara Kasiguncu, Poso.

Presiden Jokowi bertolak ke Bandar Udara Miangas, Kepulauan Talaud dengan menggunakan Pesawat CN-295 TNI AU dari Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, untuk melangsungkan peresmian di Bandar Udara Miangas.

“Bandara Miangas terletak di Pulau Miangas, salah satu pulau di gugusan  Nanusa, Kecamatan Nanusa, Kabupaten Talaud, Provinsi Sulawesi Utara. Miangas merupakan satu pulau terluar di sebelah utara Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara Filipina,” ujar Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden (Setpres) Bey Machmudin dalam siaran persnya, Rabu (19/10).

Menurutnya, Bandara Miangas mulai dibangun tahun 2012 lalu, setelah dilakukan pembebasan tanah oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Talaud. Pembangunan bandara rampung pada pertengahan  tahun 2016 ini.

Setelah meresmikan Bandara Miangas, dikatakan Bey, Presiden dan Ibu Iriana kembali ke Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado dengan menggunakan Pesawat CN-295 TNI AU untuk melanjutkan perjalanan menuju Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.

“Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan diperkirakan akan tiba pada sore hari di Jakarta,” pungkas Bey.

Seperti diketahui sebelumnya, ketika berada di Manado, Sulut, Selasa (18/10), Presiden Jokowi menyempatkan diri ‘blusukan’ ke Manado Town Square (Mantos) 3. Tiba pukul 20.15 WITA, Presiden didampingi Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Walikota Manado Vicky Lumentut disambut warga yang tengah berada di mal itu.

Mengenakan kemeja lengan panjang warna putih dan celana panjang warna hitam, Presiden Jokowi langsung memasuki mal dan mengelilingi mal. Banyaknya pengunjung mal yang ingin bersalaman dengan Presiden menyebabkan Presiden berjalan dengan perlahan untuk menyapa dan memenuhi keinginan masyarakat berfoto bersama.

Setelah berkeliling di mal selama hampir 60 menit, Presiden menjelaskan kepada wartawan bahwa dirinya hadir di mal untuk melihat perkembangan pariwisata di Sulawesi Utara dimana telah terjadi lonjakan wisatawan mancanegara. “Ada lonjakan turis utamanya yang dari Tiongkok yang masuk ke Manado,” ucap Presiden.

Peningkatan wisatawan yang  berasal dari Tiongkok hingga 1000 persen itu, lanjut Presiden, dikarenakan adanya penerbangan langsung dari beberapa kota di Tiongkok menuju Manado yang dapat ditempuh hanya dalam waktu tiga jam.

Meningkatnya jumlah wisman yang datang berkunjung ke tanah air diyakini Presiden berpengaruh positif terhadap perekonomian nasional. Oleh karena itulah Presiden merasa perlu melihat langsung aktivitas masyarakat Kota Manado.

“Malam ini saya datang ke sini untuk melihat itu dan kelihatan sekali pertumbuhan ekonomi itu. Akan kelihatan kalau masuk ke pasar, ke mal seperti ini,” ujar Presiden Jokowi.

Guna mendukung perkembangan pariwisata di Sulawesi Utara, Presiden telah menanyakan kepada Gubernur Sulawesi Utara tentang fasilitas yang diperlukan di Sulawesi Utara untuk menunjang sektor pariwisata. “Beliau menyampaikan masalah ring road 3 (Malalayang-Winangun) siap dibangun dan jalan dari bandara ke kantor walikota. Itu saja,” kata Presiden Jokowi.

Presiden juga menggarisbawahi betapa pentingnya infrastruktur guna mendukung kunjungan wisatawan mancanegara. Untuk itu, Presiden meminta agar pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota bersinergi membangun infrastruktur.

“Kalau di sini kesiapan infrastruktur jalan, kesiapan infrastruktur bandara, kesiapan infrastruktur pariwisatanya tidak segera dibantu pemerintah pusat, saya takut pemerintah kota kewalahan. Kalau dikerjakan bersama-sama pemerintah pusat, pemerintah provinsi pemerintah kota akan lebih baik,” tutur Presiden.

Selain memiliki infrastruktur yang memadai, pelayanan di bandara seperti pelayanan bea cukai dan imigrasi juga harus berjalan dengan baik untuk menyambut wisatawan mancanegara. “Semuanya kita cek satu persatu,” ujarnya.