Presiden RI Joko Widodo ajak pengusaha properti ikut tax amnesti. (Foto: ist)
Presiden RI Joko Widodo ajak pengusaha properti ikut tax amnesti. (Foto: ist)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Keberhasilan repatriasi dana hasil amnesty pajak bisa ditempatkan disejumlah sektor usaha strategis, diantaranya termasuk disektor properti.

Bahkan, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengajak para pengusaha properti ikut program tax amnesty di periode ke 2.

Ajakan itu disampaikan Jokowi ketika berpidato membuka Musyawarah Nasional (Munas) Real Estate Indonesia (REI) di Jakarta.

Menurut Presiden Jokowi, pengusaha properti perlu memanfaatkan momen program pengampunan pajak periode II ini karena tarif tebusannya masih tergolong rendah, yaitu sebesar 3 % dari total nilai pengungkapan harta.

Hingga berita ini diturunkan, hanya 5 persen dari wajib pajak yang sudah mengikuti program yang sudah bergulir sejak medio Juli lalu. Oleh sebab itu, Jokowi meminta seluruh pengusaha, termasuk pengusaha properti untuk mengikuti program ini. “Saya minta anggota REI yang belum ikut, segera ikut (tax amnesty),” tegasnya.

Sebagai Presiden, dikatakan Jokowi, tugasnya melakukan sosialisasi pada wajib pajak yang belum mengikuti program pengampunan pajak. Namun, dia meminta agar periode kedua tax amnesty ini bisa berjalan sukses. “Karena yang periode pertama sukses, deklarasi harta mencapai Rp 3.848 triliun,” ujarnya.

Seperti diketahuinya, Jokowi melihat kecenderungan masyarakat mengikuti program tax amnesty pada setiap akhir periode. Hal ini mengacu pada periode pertama program tersebut pada September lalu. Jadi, Presiden memperkirakan, peserta program pengampunan pajak periode II ini baru akan meningkat pada akhir Desember nanti.

Salah satu yang didorong untuk mengikuti tax amnesty yaitu sejumlah wajib pajak yang belum mengikuti periode pertama dan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

“Kita harap ada kejutan seperti periode pertama,” ujar Jokowi. Selain itu, dia melihat potensi kembalinya dana ke dalam negeri (repatriasi) melalui program tersebut masih cukup besar.

Sementara itu, secara terpisah dana repatriasi hasil tax amnesty dari luar negeri dinilai mampu menggairahkan lagi disektor property di Indonesia.

Apalagi ditambah gencarnya pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan pemerintah akan semakin menambah optimis para pelaku bisnis property.

Apalagi, di tengah gencarnya pemerintah membangun akses transportasi dan infrastruktur jalan tol dinilai akan memberi nilai lebih bagi kepemilikan properti.

Presiden Direktur Sahid Inti Dinamika Exacty Sukamdani Sryantoro mengakui, repatriasi dana dari luar negeri melalui program amnesti pajak akan diinvestasikan kembali di Indonesia.

”Nah aset yang paling tepat itu ya melalui kepemilikan properti. Saya rasa ini peluang yang menarik sekali, apalagi pemerintah sedang membangun berbagai akses transportasi seperti MRT, LRT, maupun jalan tol sehingga sangat prospek untuk menambah aset,” ujar Exacty Sukamdani Sryantoro.

Lebih lanjut dikatakan Exacty, belanja di sektor properti melalui kepemilikan aset memanfaatkan dana repatriasi akan terlihat diawal tahun 2017. Alasan itu diyakini dalam proses setahun pemilik dana akan memilah dan mencari aset yang prospektif.

”Saya kira butuh proses setahun ya untuk pemilik dana dalam mencari aset yang tepat sebagai sumber investasi. Makanya, mumpung properti saat ini sedang banyak dibangun, kalangan developer melihat ini pertanda yang cukup baik ke depannya,” pungkasnya.