Proyek PP Properti
PP Properti Incar Pasar WNA. (Foto:pp)

JAKARTA, INAPEX.co.id,-  PT. PP Properti Tbk, mengincar pasar hunian untuk dikalangan warga Negara asing (WNA) sebagai penjualan apartemen dalam jumlah besar (wholesales).

Bahkan salah satu perusahaan asal China juga mulai tertarik, seiring terealisasinya sejumlah proyek infrastruktur yang melibatkan ekspatriat sebagai tenaga ahli.

PT PP Properti Tbk. membidik penjualan apartemen dalam jumlah besar (wholesale) ke satu perusahaan asal China.

Indaryanto, Direktur Keuangan PT PP Properti Tbk mencontohkan, proyek kereta cepat Jakarta–Bandung diperkirakan akan memacu permintaan hunian dari kalangan ekspatriat karena proyek digarap perusahaan konstruksi China.

“Kami sedang pertimbangkan untuk membuat satu tower, semacam Chinese Tower,” jelasnya Indaryanto, di Jakarta, Selasa (18/10)..

Menurutnya, apartemen khusus ekspatriat itu akan dibangun di kawasan proyek Grand Kamala Lagoon, Bekasi. Proyek itu akan dibangun diatas lahan seluas 28 hektare dan merupakan salah satu proyek andalah PP Properti.

Selain itu, Indaryanto menyebut perseroan juga menjajaki penjualan satu menara apartemen di Surabaya ke sebuah perusahaan asal China. Ia menerangkan, permintaan hunian dari kalangan ekspatriat cukup tinggi, didorong maraknya sejumlah proyek besar yang dikerjakan perusahaan asal China di Jawa Timur.

Lebih lanjut dikatakan Indaryanto, perseroan memilih menjual unit dalam jumlah besar (wholesale) ke beberapa perusahaan ketimbang menjual ke segmen ritel.

“Mereka sudah datang melihat proyek kami di GDL . Kami usahakan bisa deal tahun ini,” jelasnya.

Sebelumnya, Indaryanto menyebut potensi penjualan wholesale di proyek GDL ke perusahaan China Rp600  miliar. Desain menara apartemen tersebut rencananya akan dibangun setinggi 45 lantai dengan total unit sebanyak 846 unit. Namun, rancangan akhir akan bergantung dengan hasil kesepakatan final dengan calom pembeli.

Secara umum, dalam paruh pertama tahun ini jumlah tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia mencapai 43.816 pekerja. Angka ini didasarkan pada izin menggunakan tenaga kerja asing (IMTA) yang diterbitkan Kementerian Ketenagakerjaan. Adapun, tahun lalu jumlah pekerja asing yang tercatat mencapai 69.025 pekerja.