• Inapex

    Potensi Investasi Properti, Inilah 8 Kota jadi Alternatif di Indonesia

  • Oleh
  • Kamis, 09 Nov 2017
  • Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

     

    JAKARTA, INAPEX.co.id – Indonesia merupakan negara yang unik dengan sumber daya dan keanekaragaman yang tak terhingga. Bahkan, yang membuat bangsa ini begitu kaya dengan potensi berbagai jenis bisnis juga tidak dimiliki oleh negara lain.

    Setiap provinsi di Indonesia memiliki prospek yang berbeda-beda yang bisa menarik investor asing untuk melakukan bisnis di wilayah tersebut. Kendati demikian, terdapat dua kota tujuan favorit bagi para perusahaan asing yaitu Jakarta dan Bali.

    Padahal kenyataannya masih banyak alternatif lokasi untuk berinvestasi disejumlah kota lain di Indonesia yang juga memiliki potensi sumber daya terpendam. Berikut INAPEX.co.id akan mengajak menelusuri sebanyak 8 kota di Indonesia yang memiliki potensi terbaik untuk investasi.

    SURABAYA

    Surabaya adalah salah satu kota di Indonesia dengan perkembangan properti tertinggi. Bahkan kota bersejarah ini masuk dalam catatan 5 kota paling top di Asia dibidang investasi properti.

    Salah satu alasannya yaitu karena Kota Surabaya ini sebagai gerbang bisnis untuk perusahaan-perusahaan yang ingin berinvestasi di wilayah timur provinsi Indonesia. Surabaya juga menguntungkan disektor industri dan perdagangan.

    Salah satu keuntungan berinvestasi di Kota Surabaya ini adalah biaya yang relatif lebih rendah untuk sumber daya dan biaya hidup dibandingkan dengan Jakarta.

    Kondisi ini akan mengurangi biaya awal untuk mengawali dan menjalankan sebuah perusahaan asing baru. Banyak perusahaan di negara-negara terdekat, seperti Singapura dan Australia yang telah meningkatkan minat untuk berinvestasi di ibukota propinsi Jawa Timur ini.

    Pemerintah Daerah Surabaya juga kian efisien mengenai urusan birokrasi, sehingga mempermudah bagi penanam modal asing (PMA) untuk berurusan dengan izin dan dokumen hukum lainnya (investasi di Indonesia kini lebih cepat dan mudah)

    PEKANBARU

    Ilustrasi peserta pameran IPEX 2017. (Foto: dok.inapex)

     

    Kota alternatif yang menjadi lokasi paling berpontensi di Indonesia yaitu Pekanbaru. Bahkan, Kota Pekanbaru ditunjuk menjadi salah satu kota terbaik untuk investasi di Indonesia selama 3 tahun berturut-turut (2014, 2015, dan 2016).

    Ini merupakan kota terbesar ke-9 di Indonesia dengan tingkat rotasi uang dan perbankan tertinggi di Indonesia. Sekarang ini, Pekanbaru merupakan sebagai tuan rumah dari sejumlah mega-perusahaan asing dalam minyak bumi, minyak, bubuk kayu, pengolahan karet, serta industri CPO.

    Selain itu, Kota Pekanbaru sebagai salah satu pintu utama gerbang pariwisata khususnya bagi wisatawan dari negara-negara Asia dan Asia Tenggara lainnya menjadikan lokasi yang sempurna untuk industri pariwisata. Mal dan properti adalah potensi lain bahwa kota ini memiliki daya tarik untuk mengundang banyak PMA baru untuk berinvestasi.

    Melalui pengembangan infrastruktur yang luar biasa, pasar yang dinamis, penduduk berpenghasilan tinggi, dan tata pemerintahan yang baik, banyak PMA tertarik untuk berinvestasi dengan nilai sekitar 8 triliun rupiah pada 2015 dan diperkirakan akan terus meningkat drastis di tahun-tahun mendatang.

    BANDUNG

    Penelusuran berikutnya yaitu Bandung sebagai kota lain yang besar untuk investasi serta sebagai tempat yang bagus untuk tinggal. Kota ini begitu terkenal dengan orang-orang kreatifnya. Industri kreatif begitu menjamur di ibukota propinsi Jawa Barat ini.

    Lebih menariknya, terdapat banyak perusahaan startup yang menunjukkan keterbukaan rakyatnya dan pemerintah untuk ide-ide baru. Ini benar-benar tempat yang bagus untuk memulai investasi di kota yang kaya akan budaya ini.

    Selain itu, pada tahun 2015, investasi langsung asing (Foreign Direct Investment / FDI) di propinsi Jawa Barat menyentuh angka Rp 77 triliun rupiah melebihi jumlah FDI di Jakarta, yang hanya Rp 64 triliun dan jumlah ini terus tumbuh, terutama di sejumlah kota besar di propinsi Jawa Barat, seperti Bandung (Bandung kontribusi rupiah 9,4 triliun untuk FDI-nya pada tahun 2015).

    Sejumlah bidang dengan potensi besar untuk investasi di Bandung diantaranya seperti, industri kreatif (seperti e-commerce, iklan, fashion dan pakaian, desain), telekomunikasi, ilmu pengetahuan dan teknologi, pariwisata, perumahan dan properti, kesehatan, barang dan jasa, sektor industrial (termasuk logam, pulp, tekstil, industri agro, elektronik, kimia), lingkungan, serta perdagangan (bagaimana mendapatkan izin bisnis dan izin kerja di Indonesia).

    YOGYAKARTA

    Kota selanjutnya yaitu Yogyakarta merupakan pusat dari warisan budaya dan pariwisata di Pulau Jawa. Dikota Ini adalah propinsi khusus yang dipimpin oleh Sultan.

    Baca Juga :
    Agar Tidak Ribet Saat Ajukan KPR? Begini Langkahnya

    Terlepas dari nilai-nilai tradisional, juga merupakan kota metropolitan di Jawa. Kondisi ini memperkaya dinamika masyarakat modern yang masih peduli dengan alam dan nilai-nilai kulturnya.

    Hal ini terbukti dengan adanya salah satu universitas tertua dan paling terkemuka di Indonesia yaitu Universitas Gadjah Mada, menunjukkan bagaimana Jogjakarta bisa menjadi lokasi bagus untuk hidup bagi orang-orang dengan latar belakang yang beragam.

    Dalam hal investasi, industri pariwisata adalah magnet terbesar kota ini. Properti dibidang lain yang menarik investor karena tanah luas dengan pemandangan yang indah dan suasana sempurna untuk hidup, belajar, dan melakukan bisnis.

    Industri makanan dan minuman, ritel, otomotif, tekstil, tembikar, kerajinan, furniture, fashion, perhiasan (terutama perak), dan kulit adalah beberapa industri populer di Yogyakarta (bagaimana mendapatkan mitra lokal terpercaya di Indonesia). Tanah Yogyakarta yang subur juga cocok untuk sektor pertanian dan agribisnis. Transportasi dan industri mesin juga bidang potensial lain di kota ini.

    MAKASSAR

    Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

     

    Kota Makassar selanjutnya menjadi sangat perpotensi untuk berinvestasi. Karena dalam kepemimpinan Walikota saat ini sudah mengeluarkan kebijakan untuk mengundang investor asing dalam beberapa mega proyek, diantaranya: transportasi, energi, kelautan, perikanan, perdagangan, pariwisata, pelayanan kesehatan, properti, dan infrastruktur.

    Terutama untuk properti, Real Estate Indonesia (REI) mengakui di tahun ini, prospek pengembangan real estate di Makassar positif karena perkembangan ekonomi yang tinggi di Sulawesi.

    Pertumbuhan ekonomi di Makassar sangat tinggi, melebihi area-area utama di Indonesia. Ini menunjukkan di tengah ekonomi global yang sedang dalam kondisi sulit, Makassar dapat mengelola ekonominya dengan baik. Daya beli tetap tinggi, pendapatan per kapita meningkat, dan bisnis bertahan bahkan berkembang dengan sangat baik.

    MEDAN

    Secara umum, Medan termasuk dalam 10 kota terbaik untuk investasi properti di Indonesia tahun 2016. Medan memiliki luas daerah terbesar ke-4 di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, dan Bandung dan kota terbesar 1 di luar Jawa serta dinilai sangat baik pertumbuhan ekonominya.

    Medan merupakan salah satu kota tersibuk di Indonesia, melalui pelabuhan utama yang memberikan kontribusi 20% dari total ekspor kemas di Indonesia.

    Hal ini menunjukkan perdagangan merupakan kekuatan lain yang kota ini tawarkan. Industri manufaktur, ritel, makanan dan minuman, pergudangan, telekomunikasi, pertambangan, dan kimia, merupakan beberapa potensi yang Medan tawarkan kepada investor asing.

    SAMARINDA

    Borneo atau Kalimantan telah menjadi target untuk Penanaman Modal Asing atau Foreign Direct Investments (FDI) karena ada 3 propinsi yang ditunjuk sebagai 10 propinsi yang paling ditargetkan (dari 33) untuk FDI di Indonesia.

    Salah satu tujuan terbaik adalah Samarinda, ibukota propinsi Kalimantan Timur. Pada 2015, total total investasi di kota ini adalah Rp 7,1 triliun. Sektor properti memberikan kontribusi 20% dari total investasi. Sektor yang menarik lainnya yaitu perdagangan, pertambangan, minyak, dan industri ritel.

    Karena lokasi kota ini juga dekat dengan kota minyak Balikpapan dan juga kota-kota industri lain seperti Kutai Barat, pertumbuhan properti dan bisnis terutama perdagangan dan ritel di Samarinda relatif tinggi.

    Hal ini karena Samarinda memiliki lokasi yang sangat strategis untuk menjadi kantor cabang atau kantor pusat dari perusahaan-perusahaan besar di daerah terdekat.

    Selain itu, di antara 536 kantor bank di Kalimantan Timur, jumlah tertinggi atau 195 diantaranya berada di Samarinda, menunjukkan bahwa kota ini memiliki kondisi ekonomi yang sangat baik dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya di Kalimantan Timur.

    SEMARANG

    Pengembangan kawasan industri di Kota Semarang serta pertumbuhan sektor ritel dan perdagangan membuat Semarang menjadi tujuan yang sempurna untuk berinvestasi.

    Propinsi Jawa Tengah sendiri di nomor 6 dari target investasi di Indonesia, dan Semarang merupakan kota nomor 1 di Jawa Tengah yang menjadi tuan rumah dari banyak perusahaan asing.

    Dikarenakan faktor demografis, banyak perusahaan yang dengan bentuk industri padat karya, seperti pakaian, mesin, tekstil. Selain itu, Semarang termasuk ke dalam 5 kota terbesar di Indonesia dengan jumlah penduduk yang padat.

    Kota ini juga sangat dekat dengan beberapa kota industri, tetapi relatif dengan infrastruktur yang lebih baik, fasilitas, dan hiburan. Untuk itu, sektor properti akan menjadi keuntungan besar untuk berinvestasi di tahun-tahun mendatang.

     

    (berbagaisumber)