• Inapex

    Peserta BPJS, Nikmati Fasilitas Pembiayaan Perumahan bagi Pekerja

  • Oleh
  • Kamis, 04 Jan 2018
  • Uang Muka KPR 5% bagi Peserta BPJS Ketenagakerjaan. (Foto: dok.inapex)

     

    JAKARTA, INAPEX.co.id – Peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketengakerjaan, akhirnya bisa menikmati fasilitas pembiayaan perumahan bagi pekerja melalui program Manfaat Layanan Tambahan (MLT). Tak hanya itu, dengan MLT para pekerja bisa mengakses kredit pemilikan rumah (KPR) dengan bunga rendah.

    Menurut Deputi Direktur Bidang Humas dan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan, Irvansyah Utoh Banja menjelaskan, program tersebut peserta bisa mengakses KPR subsidi maupun nonsubsidi. Kemudian, untuk KPR subsidi, uang muka atau down payment (DP) sebesar 1 persen. Selain itu, tingkat suku bunga tetap atau flat sepanjang masa kredit sebesar 5 persen.

    Terkait KPR nonsubsidi khusus peserta BPJS, DP yang ditawarkan hanya sebesar 5 persen. Suku bunga yang berlaku sebesar suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) 7 day reverse repo (7DRR) plus 3 persen.

    “Ada 2 skema untuk KPR, yaitu subsidi sama persis dengan skema KPR subsidi pemerintah. Skema kedua KPR nonsubsidi, tingkat bunganya sebesar suku bunga acuan BI repo rate ditambah 3 persen. Jadi sekarang 4,25+3 persen=7,25 persen,” ujar Irvansyah Utoh, baru-baru ini.

    Khusus untuk KPR nonsusbsidi, harga rumah yang bisa diakses maksimal Rp 500 juta. Kemudian, jangka waktu maksimal 20 tahun.

    Lebih lanjut dikatakan Irvansyah Utoh, syarat peserta yang bisa mengkases skema ini antara lain, 1 tahun terdaftar sebegai peserta, tertib administrasi dan kepesertaan, iuran aktif, telah direkomendasikan BPJS Ketenagakerjaan. Kemudian, peserta belum memiliki rumah sendiri. “Persyaratan kepersertaan 1 tahun khususnya di program JHT dan belum punya rumah,” ungkapnya.

    Sementara itu, ditahun 2018 ini saatnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bisa mewujudkan impian untuk memiliki rumah sendiri. Pasalnya, Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bakal membuat banjir bantuan dengan program subsidi pembiayaan perumahan.

    Rinciannya, untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dialokasikan untuk 42.000 unit, Subsidi Selisih Bunga (SSB) 225.000 unit, dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) sebesar 344.500 unit. Dari target yang ditetapkan, hanya skema SSB yang kuotanya dipotong dari tahun 2017, di mana tahun ini alokasinya adalah 239.000 unit. Sedangkan FLPP meningkat dengan alokasi tahun ini sebesar 40.000 unit, dan SBUM dengan alokasi 278.000 unit.

    Sementara realisasinya, Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Lana Winayanti mengatakan, hingga akhir tahun diharapkan serapan mencapai 50% dari alokasi. “Hingga akhir tahun, diperkirakan akan tersalur FLPP sebesar 21.000 unit, SSB sebesar 140.000 unit dan SBUM sebesar 160.000,” ujar Lana saat acara Outlook Pembiayaan Perumahan 2018.

    Selain mengandalkan dua ketiga program ini, Dirjen Pembiayaan Perumahan juga akan menyelenggarakan beberapa skema baru seperti Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) dan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).