Perhitungan Cicilan Rumah Dengan DP 0 Persen Sistem KPR Syariah
KPR Syariah (Foto: thegold)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Pembicaraan tentang program uang muka atau down payment (DP) rumah 0 persen yang disampaikan pemenang Pilkada DKI Jakarta 2017, Anies Baswedan- Sandiaga Uno, terus diperbincangkan.

Pembicaraan tak hanya terjadi di media arus utama yang mengetengahkan pendapat para pakar, regulator, dan pemain industri properti, namun juga media sosial.

Seperti diketahui, hasil simulasi terkait Program DP 0 Persen dengan DP yang ditalangi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta senilai Rp.52,5 juta atau 15 persen dari total harga properti, dalam hal tersebut rumah susun (rusun).

Hasil yang diperoleh dari kalkulator KPR/KPA BTN yakni agar bisa membeli rusun dengan harga Rp.350 juta, calon konsumen mesti berpenghasilan lebih dari Rp.7,5 juta per bulan atau minimal Rp.9 juta per bulan.

Berdasarkan aturan BI, cicilan per bulan atau debt service ratio mesti 30 persen atau sepertiga dari total penghasilan, dengan besaran tergantung tenor KPR/KPA.

Untuk properti atau rusun seharga Rp.350 juta dan DP 15 persen maka plafon pinjaman yang disetujui ialah Rp.297,5 juta.

Dengan asumsi suku bunga 8,75 persen di tahun pertama, maka calon konsumen dikenakan cicilan per bulannya senilai Rp.3,4 juta selama 20 tahun.

Perlu diketahui, simulasi di atas menggunakan kalkulator KPR/KPA bank konvensional.

Sedangkan untuk simulasi menggunakan fasilitas KPR/KPA bank syariah menggunakan kalkulator murabahah dari empat bank syariah pada Minggu (23/4).

Dua dari empat bank syariah memberikan tenor maksimal hanya 180 bulan atau 15 tahun. Keduanya ialah Bank BCA Syariah, dan Bank Muammalat.

Bank Muammalat dengan tenor maksimal 15 tahun, bank ini mewajibkan konsumen membayar cicilan Rp.4,3 juta per bulan.

Sedangkan kalkulator murabahah Bank BCA Syariah menampilkan angka Rp.4,3 juta per bulan dengan margin efektif 16 persen per annum.

Berbeda dengan Bank Syariah Mandiri. Bank ini, hanya memberikan tenor maksimal 120 bulan atau 10 tahun mengharuskan konsumen membayar cicilan per bulan Rp.4,13 juta per bulan dengan margin efektif 16,2 persen per annum.

Daripada ketiga bank syariah di atas, Bank BNI Syariah dinilai lebih fleksibel. Konsumen bisa memilih tenor lebih panjang sampai maksimal 240 bulan atau 20 tahun.

Untuk tenor sepanjang itu, konsumen mesti mengangsur Rp.3,046 juta per bulan. Sedangkan jika konsumen memilih tenor 15 tahun, hanya akan didapati angka Rp.3,3 juta per bulan.

Minimal penghasilan

Baik Bank BNI Syariah, Bank Muammalat, BCA Syariah, maupun Bank Syariah Mandiri mengenakan besaran DP 30 persen dari total harga rusun.

Pengenaan DP tersebut lebih tinggi dua kali lipat daripada Program DP 0 Persen milik Anies-Sandi yang akan ditalangi Pemprov DKI Jakarta.