Sekjend DPP Realestat Indonesia (REI), Totok Lusida, Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata, Mantan Menteri BUMN Sugiharto, Chairman of Hospitality Committee Kadin Jeddah, Adil Abdul Manief Makki dan Saudi Real Estate Development House, Abdul Aziz A. Al Ohaly. (Foto: dok.rei)
Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata, Chairman of Hospitality Committee Kadin Jeddah, Adil Abdul Manief Makki dan Saudi Real Estate Development House, Abdul Aziz A. Al Ohaly. (Foto: dok.rei)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Pemerintah Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi berkomitmen menjalin kerjasama, termasuk di sektor infrastruktur, air minum, dan perumahan. Tidak hanya di sektor perumahan, sejumlah pengembang Arab Saudi juga serius ingin berinvestasi disejumlah proyek properti di Indonesia.

Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata membenarkan, minat yang besar dari perusahaan properti asal Arab Saudi untuk berinvestasi di Indonesia, disampaikan perwakilan delegasi negara tersebut dalam pertemuan yang digagas REI di Grand Hyatt Hotel, Jakarta.

“Bahkan, delegasi sangat antusias mempertanyakan mengenai prospek pasar, regulasi, dan ketentuan hukum kepemilikan properti bagi orang asing di Indonesia,” kata Eman, panggilan akrab Soelaeman.

 

Tidak hanya didukung populasi penduduk yang sudah mencapai 260 juta jiwa, namun posisi Indonesia sekarang ini sebagai emerging market country, tentu sangat tepat untuk dijadikan sasaran investasi asing.

 

Pertemuan bertajuk Indonesia-Arab Saudi Real Estate Business Forum itu sedikitnya melibatkan tujuh orang delegasi pengusaha Arab Saudi dan sekitar 40 anggota REI berlangsung penuh keakraban.

Selain Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, REI menjadi satu-satunya asosiasi perusahaan yang melakukan one on one meeting dengan delegasi Arab Saudi. Tampak hadir pula dalam pertemuan tersebut, Menteri BUMN RI periode 2004-2007 Sugiharto dan ekonom Christianto Wibisono.

Menurut Eman, REI dalam pertemuan itu, menyampaikan potensi pasar properti, terutama kebutuhan perumahan di Indonesia yang tinggi, selain ada pemaparan mengenai sejumlah proyek potensial milik anggota REI. “Intinya, kami menawarkan mereka untuk masuk berinvestasi di sini, terutama di proyek-proyek milik anggota REI yang mereka minati,” ujarnya.

Eman menjelaskan, banyak peluang investasi properti yang bisa dikembangkan di Indonesia. Tidak hanya didukung populasi penduduk yang sudah mencapai 260 juta jiwa, namun posisi Indonesia sekarang ini sebagai emerging market country, tentu sangat tepat untuk dijadikan sasaran investasi asing.

Karena padatnya waktu delegasi Arab Saudi, dalam pertemuan saat itu hanya sempat dipaparkan beberapa proyek properti antara lain The Anai Golf & Resort di Sumatera Barat, yang dikembangkan oleh PT Andalas Anai Permai International, sejumlah proyek properti milik PT Wika Realty dan juga proyek-proyek dari PT Perdana Gapuraprima Tbk.
Perumahan rakyat

Selain mempromosikan proyek properti potensial, Eman yang sangat memberikan perhatikan khusus pada pengembangan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) itu juga mempromosikan Program Sejuta Rumah (PSR) yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Menurut dia, PSR sangat penting demi merumahkan masyarakat, karena ada 11 juta lebih rakyat Indonesia yang belum memiliki rumah, dan 7,6 juta jiwa di antaranya belum menempati rumah yang layak huni. “Saya juga mengajak pengusaha Arab Saudi untuk berinvestasi di sektor low cost housing, guna mendukung PSR yang sedang giat dilakukan pemerintah,” kata Eman.