Pengalaman Mengerikan Pengemudi Transjakarta Rute Ciledug-Tendean
Rute Ciledug-Tendean (Foto: poskota)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Pengemudi berpengalaman dipilih untuk mengendarai bus Transjakarta koridor 3 rute Ciledug-Tendean.

Pengemudi yang terpilih merupakan senior-senior dalam mengemudi bus transjakarta, salah satunya ialah Abdul Chakim.

Ia telah menjadi pengemudi Transjakarta sejak 2004. Abdul pun berbagi pengalamannya saat mengemudi bus di jalur setinggi 23 meter tersebut.

“Menurut saya sih normal saja yah melintas di jalan layang itu, mungkin yang rawan kalau sedang lewat di kelokan,” ujar Abdul ketika ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (16/5).

Adapun koridor 13 adalah jalan layang yang membentang dari Tendean sampai Ciledug (dekat Jalan Adam Malik).

Tersedia 12 halte yang beroperasi di koridor ini. Sebanyak 2 halte terletak di permukaan tanah, sedangkan 10 halte lainnya berada di jalan layang.

Bus transjakarta akan naik ke jalan layang mulai dari Halte Tendean yang menjadi halte pertama.

Selanjutnya, bus akan turun kembali saat memasuki Halte Adam Malik yang merupakan halte terakhir. Panjang jalan layang ini sekitar 9,3 kilometer.

Abdul menuturkan bahwa ada sejumlah titik merupakan jalan berkelok di koridor tersebut. Posisinya yang terletak di jalan layang dan sedikit bergelombang ini mengharuskan sang sopir bertindak waspada dan hati-hati saat membelokkan bus.

Pengalaman Mengerikan Pengemudi Transjakarta Rute Ciledug-Tendean
Rute Transjakarta Ciledug-Tendean sejuah 9,3 kilometer (Foto: kumparan)

 

“Jalannya kayak bergelombang enggak rata karena kan ada sambungan-sambungan di bawahnya. Itu bikin kurang nyaman,” ucap Abdul.

Walaupun begitu, secara menyeluruh Abdul sangat gembira berkendara di jalan layang tersebut. Menurutnya, berkendara di ketinggian 23 meter tanpa ada kendaraan lain di kanan dan kiri akan membuat dia tidak merasa stres.

“Intinya kalau di jalan atas itu buat pengemudi enggak begitu seram banget-lah. Lebih seram di bawah daripada di atas. Di bawah ada separator lalu meleng, pasti busnya kena sedikit. Pikiran kita lebih ringan saja kalau bawa bus di atas,” kata Abdul.

Jalan layang koridor 13 ini memang steril dari kendaraan selain bus transjakarta.

Kemarin, Abdul membawa rombongan Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat yang meninjau koridor 13. Dia melaju dengan kecepatan 50 km per jam saat membawa rombongan.

“Kalau di bawah, kecepatan 50 km per jam kelihatan cepat banget karena ada temannya, ada kendaraan lain. Kalau di atas kelihatan biasa saja karena kita sendiri,” jelas Abdul.

Yakin ramai penumpang 

Walaupun begitu, Abdul percaya bahwa rute ini akan diserbu banyak penumpang. Dia menjanjikan ketepatan waktu kepada para pelanggan.

“Dari segi waktu, penumpang pasti ngiler semua. Saya tanya teman saya dari CBD ke Tendean berapa lama, waduh katanya 2 jam. Saya bilang, kalau sudah ada Transjakarta, naik ini saja,” papar Abdul.

Ia juga yakin, kepastian soal waktu tempuh bus transjakarta koridor 13 akan membuat pengguna mobil pribadi beralih menjadi pengguna transjakarta.

“Saya yakin kalau sampai koridor Ciledug ini selesai, mobil pada beralih naik transjakarta. Karena kepastian waktu bagi penumpang itu ada,” tutup Abdul.