Almyanda Saphira. (Foto: ist)
Almyanda Saphira. (Foto: ist)

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Pasca tragedi mengenaskan yang menimpa keluarga seorang pengusaha properti ternyata masyarakat tidak hanya mengecam dan mengutuk terhadap pelaku perampokan di kawasan Pulomas, Jakarta Timur hingga menewaskan enam orang dan lima mengalami luka-luka.

Disisi lain, banyak juga yang ingin mengetahui kisah kehidupan almarhum Ir.Dodi Triono sebagai pengusaha sukses dibidang properti tersebut.

Diantaranya pengakuan Almyanda Saphira, mantan istri dari almarhum sempat memimpikan mantan suaminya sebelum dia ditemukan tewas di rumahnya di Pulomas. Dodi tewas pada Selasa (27/12/2016) lalu, setelah rumahnya disatroni kawanan perampok pimpinan Ramlan Butarbutar .

Wanita berkerudung itu bercerita, dalam mimpinya, Dodi meminta kembali rujuk. Seperti diketahui sebelumnya, pasangan itu memutuskan untuk bercerai pada tahun 2014 lalu.

“Dalam mimpi itu dia (Dodi) datang ketemu saya, dia langsung meluk saya dan minta kembali bersama-sama lagi. Dia ngomong gitu sambil megang tangan saya,” ujar wanita yang akrab dipanggil Vira di Rumah Sakit Pulomas, Jakarta Timur, Kamis (29/12).

Mantan istrinya Vira tersebut mengaku Dodi hadir di mimpinya tak hanya sekali. Pengusaha properti itu datang dimimpi berkali-kali.

Vira menjelaskan, meski telah berpisah, tali silaturahim mereka tetap terjaga. Vira sesekali berkunjung ke rumah Dodi untuk menemui ketiga putrinya.

“Namanya anak-anak masih butuh sentuhan Ibunya. Saya kadang-kadang dateng ke rumah almarhum (Dodi) untuk ketemu anak-anak dan membereskan tempat tidur mereka,” kata Vira.

Selain itu putri sulungnya, Diona Arika (16) sebelum peristiwa tragis itu terjadi sempat mengunjungi kediaman Vira. Tidak seperti biasanya, Diona datang ke rumahnya tidak mengabari terlebih dahulu. Dia tiba-tiba datang pada siang hari.

“Kakak (Diona) minta bobo siang bareng sama saya. Saya bilang ‘kakak siang-siang minta bobo bareng, mamah gerah’. Terus dia bilang ‘Mamah lebay ah’. Dia sering bilang saya lebay,” ujar Vira sembari berkaca-kaca.

Lebih lanjut Vira mengungkapkan, Dodi beserta anak-anaknya berencana pindah dari lokasi pembunuhan tersebut pada awal tahun 2017. Pasalnya, rumah utamanya yang di Pulomas Residence RT 12 RW 16 hampir rampung direnovasi.

“Tahun baru nanti seharusnya mereka di rumah Pulomas Reseidence. Tapi mereka keburu dijemput (meninggal dunia),” ungkapnya.

Dalam pernikahan dengan Dodi, Vira dikaruniai tiga orang putri. Mereka adalah Diona Arika (16), Zanette Kalila (13) dan Dianita Gemma (9). Dua putri Vira tewas akibat peristiwa penyekapan di kamar mandi, yakni Diona Arika (16) dan Dianita Gemma (9).

Kemudian, Zanette Kalila (13) masih dirawat di Rumah Sakit Pulomas, Jakarta Timur. Selain putrinya, mantan suaminya Dodi, teman putrinya Amelia Callista (10), Yanto dan Tasrok merupakan sopir keluarga itu pun ikut tewas dalam kondisi mengenaskan.

Mereka tewas karena kehabisan oksigen lantaran disekap didalam kamar mandi ukuran 1,5 meter x 1,5 meter selama kurang lebih 17 jam. Penyekapan yang menewaskan enam orang di sebuah rumah di Pulomas tersebut diduga terjadi pada Senin (26/12/2016) sore.

Saat itu, warga bersama polisi baru mengetahui peristiwa penyekapan pada Selasa pagi kemarin. Adapun korban yang selamat selain Zanette adalah para pembantunya, Emi (41), Santi (22), Fitriani (23), dan Windy (23).

Dalam kasus ini polisi telah menangkap tiga pelaku, yakni Ramlan Butarbutar, Erwin Situmorang dan Alfins Bernius Sinaga. Ramlan tewas ditembak karena melawan saat ditangkap polisi.