Pemkot Madiun Bangun Dua Menara Rusunawa MBR. (Foto: metrotvnews)

 

MADIUN, INAPEX.co.id – Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) maupun masyarakat yang belum pernah memiliki hunian tempat tinggal di Kotamadya Madiun, patut bergembira. Pasalnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun tengah mempersiapkan Rumah Susun Sederhana Sewa ( Rusunawa) bagi mereka.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Madiun, Soeko Dwi Handiyarto, menerangkan, rusunawa tersebut merupakan proyek pemerintah pusat yang didanai dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara ( APBN) tahun 2017, dengan nilai mencapai Rp 18,1 miliar.

“Proses pembangunannya sudah mencapai 90 persen. Proyek tersebut didanai APBN dan dikerjakan oleh provinsi,” ujar Soeko seusai rapat persiapan sosialisasi rusunawa, kemarin.

Menurut Soeko, hanya di satu lahan atau tempat yang di jadikan sebagai lokasi pembangunan proyek pemerintah pusat tersebut. Seperti yang terlihat di Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun. Adapun pembangunan rusunawa ini memiliki lima lantai dengan memiliki 70 unit.

Sementara itu, ujar Soeko Dwi Handiyarto, pembangunan rusunawa ini akan di lakukan dalam dua tahap. Sebagai tahap awal sudah dilakukan pendataan bagi warga masyarakat yang berminat memiliki hunian rusunawa tersebut.

“Pada pembangunan rusunawa tahap pertama yang sudah hampir jadi dan bisa di perkirakan bisa ditempati akhir tahun ini, sudah ada sekitar 210 Kepala Keluarga (KK) yang terdata. Sedangkan pembangunan untuk tahap kedua direncakana akan di mulai awal tahun 2019,”jelas Soeko Dwi Handiyarto.

Untuk rusunawa tahap kedua nanti, lanjutnya, akan di bangun sebanyak dua unit lagi dengan kelengkapan adanya lahan parkir kendaraan roda empat dan roda dua.

Sedangkan untuk berbicara masalah berapa harga sewa dari masing masing unit rusunawa itu, Soeko Dwi Handiyarto mengatakan, akan di usulkan berbeda-beda harganya. Hal ini dilakukan karena dari masing-masing lantai juga akan berbeda peruntukannya.

Dia mencontohkan, untuk lantai dasar akan diprioritaskan bagi kaum lansia dankaum disabilitas, adapun harga sewa per unitnya cukup terjangkau berkisar Rp 100.000,- perbulannya. Kemudian untuk lantai dua harga sewa nya mencapai besaran Rp 210.000,-, untuk lantai tiga sedang diusulkan besaran harga sewanya Rp 190.000,- perbulan.

“Sedangkan untuk lantai empat harga sewanya direncanakan sebesar Rp 170.000,- , dan lantai lima Rp 150.000. Itu baru usulan yang diajukan pihak pemerintah kota Madiun. Penetapan besaran sewa masih akan dibahas kembali dan dilegalkan melalui peraturan daerah,” kata Soeko.