Pengembang Gunakan Dana Internal, Konsumen Dapat Harga Kompetitif
Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

 

BANDUNG, INAPEX.co.id – Peminat apartemen cenderung mengalami peningkatan dikawasan Kota Bandung, Jawa Barat. Pasalnya, hingga tahun ini pertumbuhan properti khususnya disegmen apartemen dan rumah tapak diprediksi bakal lebih menanjak 6%.

Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya mencapai 4%. Kendati pertumbuhan ekonomi masih lambat, permintaan pasar relatif meningkat dibandingkan tahun lalu yang menjadi sinyal positif pemulihan pasar.

Pengamat bisnis properti sekaligus sebagai pendiri portal berita investasi INAPEX.co.id Toerangga Putra membenarkan, pertumbuhan permintaan apartemen tahun ini bisa mencapai target seperti yang diharapkan kalangan pelaku binsis properti.

Pertumbuhan positif terutama di DKI Jakarta, sedangkan untuk Kota Bandung lebih rendah karena pasarnya masih kecil.

“Pembeli apartemen lebih didominasi untuk investasi. Pembeli apartemen di Kota Bandung pun lebih banyak orang Jakarta, tapi pasarnya masih kecil. Jadi pertumbuhannya pasti di bawah Jakarta,” kata Toerangga Putra, di Jakarta, Rabu (10/5).

Toerangga Putra menjelaskan, permintaan apartemen dan rumah dijual belum pulih pada tahap pertama kuartal I 2017. Selama kuartal I yang ditinjau, rata-rata pengambilan tingkat di daerah pusat bisnis menunjukkan peningkatan yang kecil dari kuartal sebelumnya.

“Tapi, kami pikir masih ada cukup likuiditas di pasar untuk mendorong penjualan yang cukup memenuhi pasokan, terutama untuk proyek segmen menengah ke atas,” papar Toerangga Putra.

Bahkan, Toerangga Putra menilai, daya beli konsumen akan terus berlanjut. Untuk meningkatkannya secara bertahap harus didukung perbaikan keseluruhan ekonomi.

“Jadi, kita mengharapkan kuartal II 2017 menjadi titik balik di pasar apartemen karena kekhawatiran pembeli berkurang atas pengawasan pajak, kemudian memilih untuk membeli apartemen sebagai bentuk investasi,” ujarnya.

Secara keseluruhan, masih dikatakan Toerangga Putra, beberapa pengembang memulai kuartal pertama dengan optimisme tinggi tercermin dari banyak proyek yang diluncurkan dibandingkan tahun sebelumnya.

Faktanya, Jakarta adalah provinsi terpadat dengan keterbatasan lahan kosong, tetapi memberikan kesempatan bagi pengembang dan investor untuk menawarkan proyek perumahan bertingkat tinggi yang baru.

Untuk kuartal pertama 2017, sebanyak 59.017 unit apartemen sedang dalam proses pembangunan di Jakarta. Sebanyak 21.162 unit diharapkan selesai dibangun pada akhir 2017, diikuti oleh 28.303 unit pada 2018 dan 9.547 unit pada 2019.

Toerangga Putra mengharapkan, pemulihan bertahap daripada yang cepat untuk menjaga pasokan. Terlebih, pemerintah akan sedikit mengeluarkan kebijakan karena fokus pada optimalisasi implementasi kebijakan sebelumnya.

“Di balik optimisme itu adanya daya beli konsumen yang lebih baik, terutama kelas menengah ke atas yang memang ada pertumbuhan minat untuk membeli apartemen sebagai bentuk investasi,” tuturnya.