• Inapex

    Pemerintah Dukung Proyek 609 Ribu Unit Rumah

  • Oleh
  • Senin, 05 Sep 2016
  • Pemerintah Dukung Pembangunan 609 Ribu Rumah di Maja

    Pembangunan 609 Ribu Rumah di Maja

    JAKARTA, News.RumahRei.Com, – Pemerintah jamin pengembangan Kota Baru Maja di Lebak, Banten, akan berfokus pada rumah murah.

    Hal tersebut berdasarkan perjanjian kerja sama antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan pengembang yang disepakati baru-baru ini.

    Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hermanto Dardak menilai bahwa dalam kesepakatan bersama tersebut telah jelas siapa akan mengerjakan apa untuk pengembangan kawasan Maja. Kota baru tersebut sampai tahun 2035 bisa menampung penduduk sebanyak 1,1 juta orang.

    “Pemerintah pusat mendukung dengan pengembangan infrastruktur jalan, jalan tol, kereta, waduk, dan lainnya. Semua pihak sudah jelas siapa melakukan apa termasuk untuk pengembangan hunian berimbang 1:2:3. Rumah yang akan dibangun di Maja ditetapkan sebanyak 609.000 unit,” papar Hermanto kepada pers di Jakarta, Senin (5/9).

    Hermanto menjelaskan, kawasan Maja dirancang sebagai kota satelit mandiri. Oleh karena itu, di dalamnya akan dibuat technopark sebagai nilai tambah pada kawasan.

    Konsep tersebut diterapkan sebab di sekitar Maja ada sekitar 2.000 perusahaan industri dengan total pekerja lebih dari 200 ribu.

    Konsep pembangunan hunian berimbang 1:2:3 juga tertera dalam MOU dan harus dijalankan oleh pengembang.

    Berdasarkan ketentuan hunian berimbang ini setiap satu pembangunan rumah mewah mesti disertai dua rumah menengah dan tiga rumah sederhana.

    Baca Juga :
    Wujudkan Program Sejuta Rumah 2018, BTN Tetap Salurkan KPR Subsidi

    Untuk mendorong pembangunan yang akan masif tersebut, pemerintah memberikan prioritas pembangunan infrastruktur di kawasan Maja.

    Kesepakatan yang telah disetujui oleh stake holder akan menjaga kawasan Maja tak berkembang seperti Serpong yang propertinya merupakan instrumen investasi.

    Berdasarkan kesepakatan, rumah yang dibangun untuk kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

    Selain itu, pada kesempatan berbeda, bagi masyarakat yang beraktifitas di Cikampek atau sering melakukan perjalanan ke kawasan ini, ada baiknya melirik hunian di kawasan strategis ini.

    Tidak hanya masih mudah mencari rumah murah, beberapa lokasinya berada dekat dengan stasiun.

    Pada umumnya, hunian di Cikampek menawarkan tipe 22/60 senilai Rp116,5 juta. Rumah ini dapat dibeli dengan uang muka Rp1,5 juta.

    “Meskipun termasuk kategori rumah murah atau hunian bersubsidi, lokasinya prima,” jelas staf  pemasaran Griya Pucung Asri Harsa kepada pers di Karawang, Senin (5/9).

    Dekat dengan kawasan industri, Kota Karawang, serta gerbang tol Cikopo dan Cikampek.

    “Kami berani menjamin lokasi dan kualitas bangunan perumahan ini terbaik di kelasnya,” ujarnya.

    Selain uang muka Rp1,5 juta konsumen dikenakan biaya perizinan sebesar Rp5 juta sampai Rp6,5 juta.

    Setelah membayar konsumen dapat langsung mengajukan KPR dengan cicilan Rp762 ribu per bulan selama 20 tahun. Jika tenor selama 15 tahun angsurannya sebesar Rp915 ribu per bulan.