Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id – Ditengah menggeliatnya pasar properti di tahun 2018 ini, pasar apartemen pasangan yang baru menikah menjadi target yang sangat potensial. Vice President PT Adhouse Clarion Events, Igad Permana membenarkan, bahwa perlambatan penjualan properti terlihat sejak tahun 2015 sampai 2017. Kendati demikian, pertumbuhan properti masih terus berlangsung meskipun masih di bawah ekspektasi.

Salah satu penggerak pertumbuhan pasar properti yaitu pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) yang akan berlangsung mulai 03 – 11 Februari 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, diharapkan mampu menggenjot penjualan. Melalui event terbesar di Indonesia ini, diharapkan mampu mendorong terealisasinya program pemerintah yaitu satu juta rumah yang telah dicanangkan sejak beberapa tahun lalu.

“Nilai transaksi di pameran ini dari tahun ke tahun terus meningkat, kondisi ini membuktikan masih tingginya permintaan hunian maupun kebutuhan investasi properti,” ungkap Igad Permana, di Jakarta, belum lama ini.

Tak hanya sebagai ajang promosi dan transaksi, namun sudah terbukti laris manis saat pasarkan proyek properti baru melalui pameran IPEX yang didukung oleh Bank BTN sekaligus pelopor dalam pembiayaan perumahan.

Pameran properti adalah salah satu acara promosi yang bisa membantu penjualan proyek yang dipasarkan pengembang. Laju pertumbuhan penduduk Indonesia yang tinggi sangat berpengaruh terhadap peningkatan kebutuhan hunian, hal itu memicu terjadinya baclog penyediaan berbagai jenis produk real estate nasional, khususnya di kota-kota besar di Indonesia.

Seiring kondisi tersebut, dalam rangka menciptakan dan sekaligus meningkatkan peluang pasar beragam hunian, seperti perumahan, rukos, apartemen, kondotel, dan resort, pusat perbelanjaan, dan pertokoan, dari tipe mewah, menengah sampaih rumah sejahtera.

Sementara itu, untuk pasangan baru, inilah tips agar bisa memiliki rumah sendiri. Apalagi setelah melewati proses pernikahan tepatnya setelah melalui pekan pertama usai bulan madu. Tak jarang bagi pasangan mudah yang segera ingin melengkapi hidup dengan beragam cara untuk mencapai target. Diantaranya perencanaan dan pengelolaan keuangan agar secepatnya bisa mewujudkan impian bisa memiliki rumah sendiri.

Dapat beli rumah sendiri, merupakan impian bagi pasangan muda. Tapi sayangnya harga rumah yang cukup melambung, terkadang sangat dibutuhkan sebuah kesabaran. Namun dengan pengelolaan uang yang bijak dan disiplin, punya rumah sendiri bukanlah mimpi. Simak langkah-langkahnya yang dirangkum berikut ini!

1. Buat kesepakatan

Pastikan Anda berkomunikasi dengan baik dengan pasangan mengenai target memiliki rumah. Misalnya, kapan mulai mengajukan KPR? Berapa anggaran yang ingin dialokasikan untuk uang tanda jadi dan harga rumah. Komunikasi yang baik dan lancar dengan pasangan bisa mempermudah proses penghematan dan pengeluaran, loh!

Setelah itu susun berapa bujet tabungan setiap bulan untuk pengajuan KPR. Tidak apa jika pada tahun pertama Anda mengalami kesulitan dalam penyesuaian bujet. Asalkan tetap berupaya disiplin menabung dan menjauhkan diri dari hutang.

2. Penyesuaian Keuangan

Semua pasangan termasuk pengantin baru tentu ingin memiliki tempat tinggal sendiri yang nyaman dan bisa ditinggali sampai hari tua. Namun terkadang penyesuaian keuangan dan tahapan menabung memaksa kita harus menunda membeli rumah.

Apalagi, pengantin baru rata-rata tinggal di rumah atau apartemen sewa pada tahun pertamanya. Nikmati waktu santai bersama pasangan tanpa memikirkan biaya cicilan KPR dan perawatan rumah yang besar. Setelah beradaptasi dengan baik maka Anda bisa mulai menabung uang tanda jadi untuk pengajuan KPR.

3. Sederhana

Jika Anda terlahir di tengah keluarga yang berkecukupan, tetaplah berusaha menerapkan hidup sederhana pada tahun-tahun pertama pernikahan. Kurangi belanja yang tidak perlu dan mulai disiplin menabung minimal 30 persen dari pendapatan untuk uang muka pengajuan KPR.

Keperluan membeli mobil pun bisa ditunda untuk hal yang lebih penting. Gaya hidup pasangan yang sederhana bisa memudahkan mereka untuk menabung bersama dan membuat rencana investasi untuk masa tua.

4. Pilih Fungsional

Berbeda dengan 20 tahun lalu, gaya hidup praktis dan minimalis membuat rumah sederhana menjadi lebih efisien ditempati. Kini, tinggal di rumah dengan luas kurang dari 100 meter persegi adalah hal yang umum untuk keluarga muda.

Maka jangan heran apabila apartemen mulai menjadi incaran hunian keluarga selain rumah tapak. Mengenai harga, janganlah memilih rumah dengan banderol yang tinggi. Pilih yang cicilan dan uang mukanya bisa disesuaikan dengan kemampuan.

Selain itu, lokasi hunian yang jauh dari pusat kota juga bukan menjadi halangan membeli rumah. Sebab, beberapa proyek infrastruktur kini mulai dibangun supaya bisa menjangkau masyarakat komuter tiba di pusat kota dengan cepat.