Ilustrasi. (Foto: dok.inapex)

 

JAKARTA, INAPEX.co.id, – Jangan tergiur dengan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) yang rendah. Sebaiknya, persiapkan dana dan kelengkapan lainnya supaya proses KPR bisa berlangsung cepat dan segera disetujui oleh pihak Bank.

Seperti diketahui, betapa senangnya ketika impian untuk memiliki rumah pribadi akan bisa terwujud setelah menabung sekian lama. Melalui dukungan dari bunga KPR yang rendah dan penggunaan kalkulator KPR untuk simulasi kredit, memiliki rumah di usia muda bukan lagi hal yang mustahil.

Setiap nasabah yang bermaksud mengajukan permohonan KPR tentu harus memahami tata cara mengajukan KPR terlebih dahulu. Oleh sebab itu, pemahaman tentang cara mengajukan KPR yang benar akan meminimalkan risiko penolakan saat mengajukan KPR. Setidaknya persoalan ini sering menjadi penyebab pengajuan KPR nasabah ditolak oleh pihak bank.

Menurut data pengelompokan calon pemohon KPR untuk diwilayah Jakarta dan sekitarnya yaitu Jakarta Selatan 24%, Jakarta Barat 14%, Bogor 7%, Jakarta Timur 15%, Bekasi 10%, Depok 8%, Jakarta Utara 3%, Bintaro 2%, Jakarta Pusat 5%, dan Tangerang 7%.

Para calon pemohon KPR tersebut disarankan dapat mengajukan KPR diawal Tahun 2017, karena diprediksi banyak kemudahan proses melalui layanan KPR di Bank BTN. Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan sejumlah berkas yang harus dipersiapkan secara matang agar pengajuan KPR dapat disetujui oleh Bank sebagai berikut:

Surat-Surat Tidak Lengkap

Ada banyak sekali kelengkapan administrasi yang harus disertakan saat akan melakukan pengajuan KPR. Kelengkapan tersebut berupa surat-surat identitas seperti KTP, kartu keluarga, dan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).

Selain itu, kelengkapan lainnya seperti slip gaji terakhir serta bukti rekening koran juga harus dilampirkan dalam permohonan pengajuan KPR. Bila seluruh syarat-syarat tersebut bisa Anda lengkapi dengan baik, maka kemungkinan besar pengajuan KPR Anda bisa diproses dengan cepat.

Kejelasan Status Kepemilikan Rumah

Rumah yang akan diajukan pada program KPR harus memiliki status yang bersih dan jelas. Yang dimaksud dengan status rumah yaitu rumah tersebut tidak memiliki sertifikat palsu, tidak sedang dalam sengketa, dan tidak sedang dalam kondisi digadaikan untuk melunasi kewajiban utang.

Untuk mengusut riwayat dari rumah yang akan dijadikan obyek KPR, maka biasanya pihak bank juga meminta nasabah untuk melengkapi berbagai informasi seputar rumah mulai dari IMB (Izin Mendirikan Bangunan), denah rumah, surat bukti pembayaran PBB, serta sejumlah kelengkapan lainnya.

Reputasi Keuangan

Anda kemungkinan juga akan mendapatkan penolakan KPR jika ternyata Anda memiliki reputasi keuangan yang buruk di mata perbankan. Jumlah saldo tabungan yang tidak banyak serta jejak penggunaan kartu kredit yang sering bermasalah akan membuat Anda jadi kesulitan saat akan mengajukan program KPR. Sebaliknya, nasabah bank yang tidak pernah melakukan penunggakan pembayaran dan rajin menabung akan mendapatkan kemudahan dalam persetujuan program KPR.